Trantib Genting Kalianak Sidak Bangunan Liar

oleh -1,969 views

SURABAYA, rakyatjelata.com – Kasi Pembangunan Kelurahan Genting Kalianak pada hari Jumat (2/2/18) melaksanakan peninjauan ke lokasi yang terletak di wilayah kalianak. Hal tersebut di lakukan berdasarkan pengaduan dari pihak LSM kepada Kecamatan Asemrowo atas kepemilikan lahan yang di bangun secara permanen di wilayah itu.
Kasi Trantib Kelurahan Genting Kalianak Sadrak bersama team melihat langsung lokasi yang di maksud guna memastikan status lahan yang telah di bangun secara permanen itu. Setelah sampai di lokasi Sadrak mensurvey bangunan tersebut dari depan hingga belakang. Selain memeriksa lokasi, Sadrak dan team menemui pemilik warung guna di mintai keterangan.
Al hasil, Sadrak dan team yang mengikuti sidak tersebut terkejut, pasalnya pemilik warung mengklaim bahwa tanah tersebut adalah miliknya. lucunya, lahan yang berdiri di area Irigasi itu di anggap telah menjadi miliknya. Dengan yakin Sakur si pemilik warung menunjukan secarik kertas yang di terbitkan oleh RT dan RW pada tahun 2000, dengan Nomer Surat : 04/402.94.03.04/02-01/2000.
Yang menerangkan bahwa ” orang tersebut di anggap tidak mampu dan berdasarkan musyawarah warga maka berhak untuk menempati lahan tersebut” bunyi dari surat keterangan seperti itu.

Sedangkan petugas saat itu di jabat oleh RT Agus Sunarto dan RW Sunarto yang telah menerbitkan surat keterangan itu. Sakur Sugianto (55) juga merasa telah membeli lahan tersebut kepada seseorang. namun menurutnya orang tersebut telah meninggal dunia.
Setelah hasil sidak di peroleh, laporan di serahkan ke Kasi Trantib Kecamatan Asemrowo Supangat. Dalam hal ini Kasi Trantib yang baru saja menempati masa kerjanya di kecamatan Asemrowo ini membenarkan adanya laporan itu.
“Lahan ini di tanah Irigasi, jadi wajib untuk di tertibkan. Tetapi wewenang atas pembongkaran bangunan itu adalah Satpol PP Kota. Dan kami akan langsung berkordinasi dengan Satpol PP Kota yang ada di jln Jimerto” tuturnya.
Selain itu, Camat Asemrowo Hari Tjahyono menambahkan keterangan ketika di temui rakyatjelata.com di tempat kerjanya. Camat Asemrowo menyatakan sikap dalam hal ini.
“Sah sah saja orang mau bilang itu tanah saya, itu lahan saya, namun secara hukum kan harus ada pembuktiannya. Contohnya bukti adanya sertifikat, atau bukti bahwa pemilik lahan adalah pewaris atas alas lahan tersebut. Kalau tidak ada ya tetap tidak bisa di pertanggung jawabkan, dan untuk permasalahan yang satu ini tetap tidak di benarkan keberadaannya” ucap Hari Tjahyono.
Setelah berita ini di turunkan, pihak Kecamatan akan segera menindaklanjuti adanya penemuan ini. Dan akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kota guna mempersiapkan pembongkaran atas bangunan yang tidak bertuan tersebut. (Kiki/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.