Tradisi Tahunan Bedug Sahur Remaja Tanjung Pura Di Setiap Bulan Ramadhan 

oleh -332 views
Foto : Remaja Desa Pematang Tengah, lakukan Kegiatan Beduk Sahur.

Langkat, Rakyatjelata.com – “Sahur, sahur, sahur,” seruan yang seperti sebuah ‘yel yel’ ini terdengar berulangkali dilantunkan dalam sebuah nyanyian, diiringi irama pukulan beduk, dan berasal dari beberapa benda lainnya, diantaranya dari drum (tong) sisa, dengan permukaan drum yang dibalut ketat dengan kulit hewan lembu (sapi) yang sudah dijemur dan telah di keringkan lebih dahulu.

Kemudian ditambah perangkat sebuah timba kecil yang dipukul dibagian pantatnya agar dapat mengeluarkan bunyi. Dilengkapi juga sebuah kaleng biskuit bekas, yang dipukul pada bagian pantat (belakang) nya juga, tak lupa beserta hiasan dari bunyi botol bekas minuman sirup yang dipukul.

Semua peralatan bunyi itu dibawa menggunakan becak dengan mesin terbuka (becak panser), yang selanjutnya dibawa berjalan menuju disetiap jalan desa, termasuk jalan dan gang kecil dilingkungan rumah rumah warga, khususnya di wilayah warga Desa Pematang Tengah.

Adapun aktivitas rutinan para remaja di setiap bulan Ramadhan itu tak lain bertujuan hanya untuk membangunkan warga dalam melaksanakan dan menyiapkan hidangan santap sahur.

Sahur merupakan aktivitas makan pada dini hari (disunahkan menjelang fajar sebelum subuh) bagi orang-orang yang akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Adapun Kata Sahur (Arab), juga disebut Sehur, Sehri, Sahari dan Suhoor dalam bahasa lain, adalah sebuah istilah Islam yang merujuk kepada aktivitas makan oleh umat Islam yang dilakukan pada dini hari bagi yang akan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan.

Di bulan Ramadan ini, biasanya ada sejumlah kebiasaan yang harus diubah. Misalnya saja, karena berpuasa tidak ada waktu sarapan dan makan siang. Sarapan diganti menjadi makan sahur yang dilakukan sebelum waktu Subuh.

Menggeser waktu sarapan beberapa jam lebih awal untuk sahur, bisa terasa berat, karena harus melawan kantuk dan makan di waktu yang jauh lebih pagi.

Nah, untuk mempersiapkan, waktu makan sahur inilah, para remaja ini mencoba membangukan warganya lebih awal, dengan keunikan kegiatan beduk sahur yang sebisa mungkin mereka ciptakan, meskipun disetiap masjid dan mushola ada juga warga yang menyampaikan seruan sahur, agar umat muslim untuk segera melaksanakan makan sahur.

Irza, Aulia Fasya dan remaja lainya, kepada rakayatjelata.com, Minggu (12/5) mengatakan, kegiatan beduk sahur ini sudah dipersiapkan menjelang masuknya bulan Ramadhan.

“Kami sudah lakukan beduk sahur ini, dan dimulai awal bulan ramadhan, hingga berahirnya bulan ramadhan.

Kegiatan beduk sahur ini, kami lakukan dua shift grup, yang setiap grupnya berjumlah 5 orang hingga 7 orang anggota seusia remaja. (Reza/Red)

Video : Kegiatan Beduk Sahur Yang Dilakukan Remaja Desa Pematang Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *