Tradisi Sedekah Bumi Di Lereng Gunung Penanggungan

oleh -1,081 views

PASURUAN,rakyatjelata.com – Warga Desa di sekitar lereng gunung Penanggungan menggelar upacara Sedekah Bumi, mereka beramai-ramai membuat saserahan serta tumpeng buah dan nasi sesuai tradisi nenek moyang. Sekitar pukul 11.00 WIB warga terlihat berduyun-duyun memenuhi jalan-jalan. Warga yang didominasi para ibu-ibu dan anak anak serta para remaja kampung sangat antusias mengiringi Gunungan yang di arak menuju punden watu gerobak dengan di iringi oleh group marching band.
“Sedekah bumi adalah sebuah upacara yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa, yang pelaksanaannya diikuti oleh seluruh warga desa. Kemudian warga berkumpul di “Punden Watu Gerobak” untuk mengikuti prosesi ritual sedekah bumi. Tradisi sedekah bumi ini rutin digelar warga setiap setahun sekali yaitu Sedekah bumi dilaksanakan pada bulan “SURO” yaitu menurut penanggalan masehi jatuh pada bulan September sesudah tanggal 10.

Tradisi Tandak Di Punden Watu Gerobak ( Photo By Edi )

Menurut adat istiadat dalam tradisi budaya ini, di antara makanan yang menjadi makanan pokok, yang harus ada dalam tradisi ritual sedekah bumi adalah nasi tumpeng dan ayam panggang. Sedangkan yang lainnya seperti minuman, buah-buahan dan lauk-pauk hanya bersifat tambahan saja, tidak menjadi prioritas yang utama, setelah acara di punden watu gerobak selesai warga pun berpindah ke tempat lain namun masih ada korelasinya dengan acara tersebut yaitu tradisi “UJUNG” dan untuk tempat pelaksanaan tersebut berada tepat di tengah tengah Dusun.
 
Menurut salah satu warga Sutrisno atau biasa di panggil Kathing yang juga masih kerabat dari perabot lama Supini, “Ritual sedekah bumi yang sudah menjadi rutinitas bagi masyarakat jawa ini merupakan salah satu jalan dan sebagai simbol penghormatan manusia terhadap tanah yang menjadi sumber kehidupan. Maka dari itu tanah harus diberi penghargaan yang layak dan besar”, tutur Kathing. Dan ritual sedekah bumi inilah yang menurut mereka sebagai salah satu simbol yang paling dominan bagi masyarakat jawa untuk menunjukan rasa cinta kasih sayang dan sebagai penghargaan manusia atas bumi yang telah memberi kehidupan bagi manusia. Sehingga dengan begitu maka tanah yang dipijak tidak akan pernah marah seperti tanah longsor dan banjir dan bisa bersahabat bersandingan dengan masyarakat yang menempatinya, pungkasnya.
Salah Seorang Warga Yang Ikut Dalam Prosesi ( Photo By Edi )

upacara sedekah bumi ini tidak bertolak belakang dengan ajaran Agama Islam, yaitu sebagai bentuk syukur terhadap anugerah yang telah Allah berikan. (Edi/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.