Tim Ahli BNPB Puji Penanganan Covid Yang Dilakukan Trenggalek

oleh -71 views

Trenggalek, Rayatjelata.com
Tim Ahli BNPB puji penanganan Covid 19 yang dilakukan oleh Trenggalek Tim ahli ini senang karena bupati maupun jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mau terjun langsung dalam penanganan pandemi ini Sabtu (8/5/2021)

“Dari paparan bupati ada kesimpulan yang clear, paparan yang saya akan sampaikan pasti sudah dilaksanakan semua Karena yang paparan langsung bupati, sehingga tahapan tahapan penanganan covid di Trenggalek sudah pasti sesuai yang diharapkan,” ucapnya Kombespol Drs. I Gede Mega siparwita, M.Si., tim ahli BNPB.

Menyampaikan maksud tujuannya, Kombespol I Gede Mega, tujuan kedatangannya ke Trenggalek dalam rangka melakukan pendampingan kepada tim satgas kabupaten di Jawa dan Bali.

Menurutnya dalam penanganan Covid sudah ada hasil yang bisa dilihat, namun bila lalai bisa terjadi kejadian seperti di India.

“karena setiap perayaan atau libur nasional grafik kasus selalu meningkat Mobilitas masyarakat tentunya mempengaruhi peningkatan kasus, ditakutkan pasca Idul Fitri melonjak lagi,” ungkapnya Pamen Polri menjelaskan alasan pemerintah melakukan pelarangan mudik.

Untuk mencegah tentunya harus ada upaya pencegahan yang dilakukan kasus, peringatan Paskah kemarin ada lonjakan yang cukup besar Terus di India karena kasus mandi di sungai pelonjakan kasus tidak terkendali, Iran juga terjadi hal yang sama.

“Kita jangan sampai mengalami hal yang sama,” pesan Kombespol I Gede di Gedung Smart Center Trenggalek

Sedangkan kenapa harus Jawa dan Bali, menurutnya dikarenakan 65 % dari kasus nasional terjadi di Jawa-Bali. Ditakutkan bila Jawa-Bali Lumpuh maka perekonomian tanah air akan lumpuh.

Dalam kesempatan kunjungan Tim Ahli BNPB ini, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin paparkan sendiri perkembangan Covid 19 di Trenggalek. Menurutnya secara umum perkembangan kasus Covid di daerahnya terkendali. Namun yang perlu dicermatt angka kematian akibat covid masih tinggi 8 %.

Artinya kewaspadaan masyarakat terhadap pandemi harus terus ditingkatkan, karena resiko kematian akibat Covid di Trenggalek masih tinggi dan Kasus meninggal ini didominasi usia 45 tahun ke atas.

“makanya dari itu Pemkab Trenggalek membuat himbauan larangan mudik dengan ajakan mari kita jaga orang tua kita dengan menunda mudik,” ujarnya Bupati Arifin saat menerima kunjungan Tim Ahli BNPB.

Satu persatu upaya yang dilakukan dipaparkan oleh suami Novita Hardini itu, termasuk penanganan kepulangan PMI terus keputusan pemerintah daerah menjadikan 4 puskesmas yang ada menjadi rumah sakit darurat Covid, sehingga ada kecukupan ruang perawatan Covid di Trenggalek. (red/ag)