Tidak Jelas Peruntukannya, Pedagang Aluminium Menolak Keras Digusur

oleh -1,616 views

SURABAYA,rakyatjelata.com – Rencana penggusuran para pedagang aluminium untuk bertahan hidup di kawasan Jl.Semarang, yang akan dilakukan oleh Satpol PP mendapatkan penolakan keras dari Paguyuban Sebelas Pedagang Aluminium Surabaya (PEGAS), selasa (17/7).
Dalam audensi yang dilakukan oleh pihak Satpol PP Kota Surabaya dengan para pedagang di Kantor Kecamatan Bubutan. Turut serta diantaranya, Kasatpol PP, Camat Bubutan, Kabagops Polrestabes Surabaya, para pedagang aluminium dan tokoh masyarakat.
Irvan Widyanto selaku Kepala Satuan Polisi (Kasatpol) PP Kota Surabaya menyatakan, akan tetap melakukan relokasi atau penggusuran para pedagang aluminium di kawasan Jl. Semarang. “Solusi dari Pemerintah Kota Surabaya, pedagang aluminium Jl. Semarang tetap direlokasi ke pasar dupak di lantai 2 dan harus tetap pindah (dari Jl. Semarang red),” cetusnya
.
Melihat pernyataan Kasatpol PP, Pedagang aluminium yang menggantungkan hidup di kawasan Jl. Semarang, dengan tegas melawan dan akan menolak atas penggusuran yang akan dilakukan Satpol PP Kota Surabaya tanpa jelas peruntukannya.
“Warga atau pedagang aluminium menolak atas pembongkaran ini, Kalau memang dibongkar harus jelas peruntukanya. Kalau dilakukan relokasi, seharusnya sudah siap ditempati. dan tidak menyengsarakan para pedagang,” kata H. Saiful selaku koordinator pendamping pedagang aluminium Jl. Semarang.
Adapun tanggapan yang sama juga disematkan dari tokoh masyarakat Surabaya. Dalam penggusuran Satpol PP Kota Surabaya di Jl. Semarang sangat tidak jelas peruntukannya dibuat apa kedepannya.
“Sejak tahun 1960 para pedagang sudah di sana. Masyarakat juga mempunyai hak sebagai warga negara. Mohon dipertimbngkan, alasannya apa dibongkar. Pedagang meminta kepastian atas pegggusuran, jika tidak jelas peruntukannya kita menolak penggusuran ini, maka kami akan tetap bertahan sampai tuntutan kami dipenuhi,” tegas H. Muhammad selaku tokoh masyarakat Surabaya ini.
Sekadar diketahui, bahwa sebelumnya para pedagang telah didampingi oleh Beberapa elemen masyarakat dan organisasi di Surabaya terkait rencana penggusuran tersebut. Serta meminta kesediaan dari Tri Rismaharini selaku Walikota Surabya untuk dapat menempatkan waktu dan tempat guna menerima kunjungan dan pemaparan.
Sesuai yang tercantum dalam surat teguran Satpol PP No. 300/2932/436.7.22/2018. Mengenai hal pembongkaran sepanjang Daerah Milik Jalan (Damija) atau Ruang Milik Jalan (Rumija) Jalan Semarang, Senin 16 Juli 2018 serta Izin Penggunaan Daerah Milik Jalan Untuk Keperluan Tertentu. Untuk mendapatkan masukan ataupun solusi yang membangun yang berguna Kesejahteraan Pedagang Almunium untuk kedepannya.
Namun sampai detik ini, Walikota Surabaya belum membalas surat teguran Beberapa elemen masyarakat dan organisasi di Surabaya terkait rencana penggusuran tersebut. (21k)

No More Posts Available.

No more pages to load.