Tengah Kota Meriah, Pinggiran Kota Merana.

oleh -435 views

SURABAYA,rakyatjelata.com – Hari ini Pemerintah Kota Surabaya menggelar acara “Surabaya Cross Culture” yang di hadiri 10 negara. dengan menyuguhkan beberapa tarian yang berasal dari culture negara masing masing, mereka nampak senang dan bergembira saat mengekspresikan setiap gerakan bersama celotehnya. sarat dengan masyarakat yang berbondong bondong ke jl Tunjungan yang kala itu menjadi pusat kegiatan acara tersebut, nampak Walikota Surabaya Tri Rismaharini duduk di antara tamu negara yang lainnya. sambil tersenyum bahagia Walikota kebanggaan warga Surabaya ini sesembari menunjuk beberapa peserta yang terlihat keren saat beraksi di hadapannya. Minggu 15/7/18

Peserta yang hadir dalam acara itu berasal dari berbagai negara, tak mau ketinggalan dari Indonesia sendiri juga menurunkan delegasinya. mereka berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. tarian khas di beberapa wilayah negeri ini sangat beraneka ragam. warna warni kostum yang di kenakan menambah suasana semakin hangat dan menambah nilai Glamor Surabaya sebagai kota yang katanya sudah makmur dan sejahtera. kesan mewah ini telah lahir di tengah kota tepatnya di jln Tunjungan. begitukah kita menganggapnya?
Bagaimana dengan pinggiran kota dan sekitarnya?
sarinah berjualan di antara lalu lalang manusia
Di antara gegap gempita dan sorak sorai di acara tersebut, terlihat pemandangan yang sangat berbeda dari yang kita lihat. tak lama kemudian awak media rakyatjelata.com menghampiri dan memastikan apa yang menjadi perhatian di hadapannya. nampaklah seorang wanita dengan selendang dibalutkan ke tubuhnya, wanita itu mencoba menawarkan barang jajakannya. aneka tisu, buku bongkar pasang, mainan anak-anak juga ada di meja kerjanya. seperti biasa, akupun mulai bertanya kepada wanita itu. tak di sangka sangka, ternyata wanita itu sudah puluhan tahun berjualan di area Pasar Blauran. dengan penghasilan yang setiap harinya hanya berkisar Rp 30.000 hingga Rp 50, 0000 (sebut saja sarinah) dapat bertahan hidup dengan suami dan kedua anaknya. meskipun jauh dari kesan glamor tetapi Sarinah telah memberikan hikmah dalam kehidupan manusia pada umumnya.
seorang pria menjajakan mainan anak anak
Tak hanya Sarinah yang merasakan panasnya terik matahari. anaknyapun ikut berjuang bersamanya demi mendapatkan sesuap nasi. dengan umur yang masih tergolong balita, anak Sarinah mampu bertahan dalam deru dan bisingnya Kota yang selama ini di anggap sudah memperoleh banyak prestasi baik dalam negeri mauoun luar negeri. tak bisa di pungkiri, bahwa kenyataan yang terjadi masih banyak pekerjaan rumah untuk Walikota kita yang tercinta agar dapat membenahi sisa sisa karyanya yang hampir selesai. Kota Surabaya yang katanya sih sebagai Kota peduli anak juga belum seratus persen menuntaskan permasalahan serupa. sehingga kesan Glamor dan mewah yang kini di bangun bersama 10 negara di area jl Tunjungan, dengan acaranya yang bernama Surabaya Cross Culture dapat membagi ke bagian hingga ke pojok kota yang tertinggal.
penulis : Kiki