Silahturahmi Akbar Ulama Banten Untuk Indonesia Bersama K.H Ma’ruf Amin

oleh -558 views

SERANG-BANTEN, RakyatJelata.com – Dalam menyambut perhelatan pesta demokrasi Masa Kampanye Pemilu 2019, Polda Banten bersama Unsur TNI, Penyelenggara pemilu, Pengawas Pemilu serta dari Polres Serang, telah bersinergis untuk mengamankan kegiatan Silaturahmi Akbar Ulama Banten untuk Indonesia bersama KH. Ma’ruf Amin.

Kegiatan yang diikuti sekitar 15.000 orang ini dipimpin oleh Hj. Siti Haniatunningsih (Putri Kh. Maruf Amin), dan sebagai Penanggung Jawab Sdr. Deni Aristandi (Tim sukses Paslon 01 Partai Golkar), di Lapangan Alun-Alun Barata Kota Serang. Minggu (03/03).

Turut hadir dalam acara, Cawapres Paslon 01 Prof. Dr. KH. Maruf Amin, KH. Ariman, KH. Embay Mulya Sarif, KH. Hasan Basri, KH. Bunyamin, KH. Dr. Ali Yahya, KH. Hanafi Pujiono, Tokoh Masyarakat, Ulama, para Santri se-Provinsi Banten, juga para Artis Ibukota Pendukung Paslon 01, serta Ketua Team Relawan Paslon 01.

KH. Hanafi Pujiono selaku Koordinator RABU (Relawan sama Ulama Pusat) mengatakan bahwa KH. Ma’ruf Amin adalah tokoh Banten yang sangat dikagumi oleh para Kyai, Santri dan masyarakat Banten.

“Masyarakat Banten sangat merindukan KH. Ma’ruf Amin dan ingin mendengarkan tausiyah-nya Beliau,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, KH. Ma’ruf Amin (Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01) ini menyampaikan kepada warga Banten agar  selalu membela NKRI, banyak tokoh-tokoh Banten seperti Brigjen. Samun, KH. Tb. Suwandi, KH. Ahmad Khotib dan lainnya yang berjuang untuk NKRI, selain itu banyak juga warga Banten yang gugur di pertempuran. Oleh karena itu, Indonesia harus kuat, Indonesia tidak boleh bubar dan Indonesia tidak boleh punah.

“Indonesia adalah hasil perjuangan oleh karena itu NKRI adalah harga mati. Indonesia harus kita bela lahir bathin dengan memperbanyak sholawat aman dan tentram,” tuturnya.

KH. Ma’ruf Amin juga mengungkapkan bahwa tujuan berkumpul disini adalah untuk mengawal NKRI sampai akhir jaman, sudah ditemukan dan sepakat bahwa UUD 1945 dan Pancasila adalah kesepakatan Nasional yaitu kesepakatan sebangsa dan setanah air. Oleh karena itu Indonesia adalah negara kesepakatan, jika ada upaya-upaya untuk merubah negara ini dari kesepakatan yang telah di sepakati adalah menyalahi kesepakatan dan harus ditolak.

“Kita harus maju, Indonesia bisa maju tergantung dari masyarakatnya. Indonesia harus produktif, Indonesia harus ber-ahlaqul karimah. Ahlaq saja yang baik tapi tidak sehat, cerdas dan produktif jelas Indonesia tidak akan maju. Maka agar Indonesia maju harus pintar dan ber-Ahlaqul Karimah,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa untuk memperjuangkan kemerdekaan, Masyarakat Banten siap rela menjadi pejuang Bangsa seperti KH. Samun dan lain-lain yang merebut kemerdekaan maka untuk itu semua Banten harus rela apabila tokoh Banten-nya diambil oleh negara untuk kemajuan Indonesia.

“Agar Pilpres berjalan dengan aman dan jangan sampai Pilpres memecah belah Bangsa. Karena persatuan adalah modal bangsa maka dengan Pilres jangan sampai terjadi perpecahan tidak perlu ada keributan atau konflik dimana Pilpres bukan perang badar, dalam hal ini tidak ada perang tetapi memilih pemimpin yang terbaik. Oleh karena itu kita nyatakan Indonesia harus kita jaga, jangan sampai ada perpecahan dan apabila menimbulkan perpecahan maka rakyat Banten harus melawan,” tambahnya.

Ditempat yang sama Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi mengajak kita semua untuk menggalang keutuhan NKRI dengan mengamalkan Ukhuwah lslamiah, Ukhuwah Watoniah, Ukhuwah Insaniah dan Ukhuwah Bantenniah. Sekarang bagaimana caranya mengutuhkan rakyat Banten…? Yaa… Jangan sampai sesama rakyat Banten saling memusuhi, untuk itu sesama warga Banten saling menyayangi dan mencintai.

“Sebagai warga bangsa harus sama-sama membangun dan saling pengertian maka tidak akan terjadi konflik apapun. Oleh karena itu kita harus bangun bangsa ini dengan saling pengertian, jangan ada fitnah diantara kita dan kita jangan percaya dengan Hoax agar Indonesia tetap utuh dan kuat dan kita wajib bersilatuhrahmi untuk NKRI,” ujarnya. (put/tim).