Sidak Stok Minyak Goreng di Gudang Indomart dan Alfamart Jember

oleh -169 Dilihat

JEMBER, rakyatjelata.com – Melihat kelangkaan minyak goreng di pasaran Forkompinda Jember tidak tinggal diam. Bupati Hendy didampingi Kapolres AKBP Hery Purnomo dan Dandim 0824 Letkol Inf Batara C Pangaribuan, SE melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang PT Indomarco Prismatama dan PT Alfaria Trijaya, Minggu, (30/1/2022) pukul 15:30 WIB.

Sidak ini bertujuan untuk melihat stok minyak goreng di kedua distributor yang telah ditunjuk oleh pemerintah pusat.

Gudang Indomarco di Desa Sukorejo dan Alfaria di Desa Mangli adalah penyuplai barang di kawasan se-Tapal Kuda.

Dalam keterangan pers Bupati Hendy membenarkan adanya kelangkaan minyak goreng di pasar khususnya di Kabupaten Jember.

“Khusus di Indomart dan Alfamart sekitar delapan puluh lima persen habis,” ucap Hendy Siswanto saat wawancara di dalam gudang Alfaria Trijaya Jember.

Sidak stok minyak goreng di gudang Indomarco Jember

Bupati dan rombongan menyaksikan sendiri stok minyak goreng di kedua gudang masih ada tetapi jumlahnya sedikit.

Untuk itu Bupati minta kepada kedua kepala gudang agar dilakukan pendistribusian segera. “Malam hari ini kami minta bantuan kepala gudang (Indomarco dan Alfaria) untuk melakukan penetrasi pasar. Stok yang tersisa (di gudang) untuk dikirimkan ke toko-toko yang ada di sekitar kota,” kata orang nomor satu di Jember itu.

Bupati mendapat laporan dari kepala gudang Alfaria Trijaya Jember dalam waktu dekat (4-5 hari ke depan) akan ada droping besar-besaran minyak goreng.

Sidak stok minyak goreng di gudang Alfaria Trijaya Jember

Bupati Hendy tidak menemukan kendala pendistribusian minyak goreng. “Mungkin masing-masing Head Office kedua distributor ini masih melakukan diskusi bagaimana membagi kuota ke kabupaten masing-masing,” jawab Hendy atas pertanyaan awak media.

Stok terbatas
Untuk menjaga dan menjamin ketersediaan barang (minyak goreng) Bupati Jember memanggil Kepala Cabang PT Indomarco Prismatama dan Alfaria Trijaya Jember besok pagi

Dari pantauan awak media diketahui kedua distributor tidak menambah suply untuk stok. Padahal jumlah permintaan di pasar meningkat. Akibatnya barang (minyak goreng) di toko-toko ludes diserbu pelanggan. Meski sudah ada pembatasan pembelian, satu orang satu kemasan (2 liter) dengan harga Rp.28.000 tetapi tetap saja habis. (Sigit)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.