Siapakah Investor Versi Jokowi di UU Cipta Kerja?

oleh -150 views

Surabaya,Rakyatjelata.com

Indonesia akhir akhir ini di terpa guncangan yang hebat, bagaikan badai di tengah lautan yang mengamuk hingga menghempas ke tepian pantai dan memporak porandakan bangunan di sekitarnya sampai hancur tak tersisa. Seperti inilah kondisi negeri ini saat sekarang, banyak berita Hoax, hujatan di mana mana, situasi makin tak terkendali sampai pelajar SMK ikut turun jalan melontarkan kemarahannya dan mengikuti aksi demo tolak UU Omnibuslaw yang katanya akan mempermudah nasih para pekerja, pedagang, petani dan masih banyak cluster lainnya. Namun itu semua belum bisa di terima oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sehingga berdampak pada kericuhan di mana mana.

Maksud baik pemerintah dalam hal ini belum dapat di uji secara benar dan seberapa efektif kah UU tersebut di terapkan untuk kemajuan bangsa ini di masa mendatang. Dari berbagai sumber yang menyatakan bahwa Omnibusalaw adalah wujud penjajahan gaya baru yang akan di rasakan oleh rakyat Indonesia nantinya masih terasa simpang siur.
Meskipun kondisi saat ini tak bersahabat, anehnya presiden Jokowi masih terlihat tegar untuk mempertahankan konsepnya agar Omnibuslaw segera di laksanakan.

Beredar video pernyataan presiden melalui medsos dan sebaran di Whatsapp bahwa tudingan UU Cipta Kerja ini sangat merugikan para buruh maupun masyarakat lainnya seakan hanya di anggap mencari pembenaran saja. Sebagian elemen yang berpendapat bahwa pernyataan tersebut kurang memuaskan. Bahkan terkesan presiden membela diri untuk meredam situasi saat ini.

Beberapa teori memang muncul dipermukaan hingga mencabik keyakinan berbagai pihak. Hal ini terjadi karena di sebabkan kurangnya transparasi dalam menyampaikan informasi ke masyarakat luas, khususnya masyarakat yang menginginkan adanya kepastian hukum di dalam UU Cipta Kerja itu sendiri.

Selain itu presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah berharap besar dengan adanya UU Cipta Kerja ini dapat menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin dan bisa mengentas pengangguran di masa mendatang. Tak hanya itu, UU ini di harapkan dapat menyedot para Investor Asing masuk ke Indonesia sebanyak mungkin. Lalu apa yang di maksud dengan memberikan kesempatan seluas luasnya kepada para investor?
Tentu saja hal ini membuat banyak orang berpikir, terutama para pengusaha lokal yang modalnya tak sebesar modal asing.
Bebarengan munculnya teori seperti itu muncul pula pertanyaan rakyat yang begitu lugu dan sederhana.
Siapakah investor yang di maksud Jokowi?
Pertanyaan simpel yang dilontarkan oleh rakyat seperti itu sangatlah mendasar dan logis. Dengan nilaai investasi yang cukup besar dan berjalan hanya dengan waktu yang sedikit apakah mungkin di lakukan?

Inilah salah satu pertanyaan yang di lontarkan oleh salah seorang mahasiswa yang berasal dari Madura.
“Jokowi ingin membuka kesempatan sebesar mungkin untuk Investor asing, lalu mekanisme yang akan di lakukan seperti apa dan sistem investasi yang masuk ke negara kita apakah akan menggilas habis lahan yang di miliki oleh bangsa ini, kita sama sama tidak tahu arahnya?” ucap Maman.

“Bilamana UU ini masih belum bisa di terapkan saat ini, seharusnya pemerintah mengkaji ulang. Bukannya malah tergesa gesa di gedok apalagi di sampaikan saat dini hari, tentu saja mengundang banyak prasangka buruk terhadap kinerja kawan kawan DPR RI.” pungkasnya. (kiki/Red)