Siapa Tanggung Jawab, Atap Bangunan Baru, di Desa Kedensari, Tanggulangin Ambruk

oleh -636 views

Sidoarjo, Rakyatjelata.com – Kesunyian malam hari di sekitaran Desa Kedensari di hebohkan dengan ambruknya atap sebuah bangunan. tepatnya Selasa (14/1/2020), sekitar pukul 21.00 WIB, mendadak riuh. Pasalnya, tak ada hujan tak ada angin bangunan kosong yang berdiri di pinggir lapangan Dusun Nggodok, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo itu mendadak sebagian atapnya ambruk. “BRUUAAK”,¬† suara itu terdengar sampai ratusan meter. Beruntung, karena kosong dan letaknya di tengah sawah,¬† tidak ada korban dalam insiden itu.

Sejumlah orang yang mengaku mendengar suara keras itu, menghampiri dan mendekat ke sumber suara, mencari tahu apa yang terjadi.

“Malam itu saya duduk disini, (bangku warung). Mendengar suara keras itu, sempat kaget. Dan saya senter pakai baterai, ternyata bangunan yang katanya untuk tempat penampungan sampah atapnya ambruk,” ujar lelaki warga setempat yang enggan disebut namanya.

Dia juga tidak mengetahui pasti bangunan itu akan dipakai untuk penampungan sampah atau apa. Menurutnya, rencana maupun pelaksanaan pembangunannya pun, dia tidak paham.

Pengerjaannya, dilakukan oleh Kepala Desa Abdul Mughni, kurang lebih setahun lalu, selain saat itu masih menjabat, Kades juga selalu terlihat di lokasi itu. Mengawasi pembangunan atau material yang berdatangan, termasuk meratakan tanah untuk akses jalan ke bangunan itu.

Ditanya bagaimana prosedur rencana pembangunannya, mulai pemilihan tempat, status tanah, sumber biaya. Atau rembug warga seperti apa, lelaki itu juga mengaku tidak paham. Termasuk model bangunan dan kontraktor yang mengerjakan. Serta kualitas bahan atau material yang dipakai, dia mengatakan tidak paham.

“Maaf, saya tidak paham. Mulai rembug desa, sumber biaya, sampai kontraktor, CV atau PT apa yang mengerjakan, tidak jelas. Juga tidak ada papan nama itu proyek apa itu,” tambahnya.

Terkait peristiwa itu, Mantan Kades, Abdul Mughni tidak bisa bisa dihubungi, melalui nomer HP nya, meski terlihat aktif.

Sementara, Ketua BPD Desa Kedensari Junaidi mengatakan, bahwa kejadian tersebut terserah masyarakat naahimana mengambil sikap. sebab dalam keterangannya, proyek bangunan tersebut pihaknya belum mengetahui secara detail, sebab dironya merasa masih baru menjabat sebagai anggota BPD kelurahan tersebut.

“Saya masih baru mas, kalau tidak salah itu eranya kades yang sebelum sekarang ini, perkara terkait ambruknya atap bangunan yang terjadi malam itu saya pribadi¬† apa kata masyarakat saja.” Tutur Junaidi pengurus BPD.

Selain itu saat awak media menghubungi Suyono sebagai Kades yang menggantikan Kades lama masih belum memuaskan. pasalnya, Kades ini masih baru lahir menurutnya.

“walah saya lo baru lahir di sini mas, saya baru saja menggantikan lurah yang lama. jadi mengenai poyek itu saya gak paham sama sekali ceritanya.” Pungkas Suyono.