Selisih Data Vaksin, Bupati Jember akan ke Jakarta

oleh -27 Dilihat

JEMBER, rakyatjelata.com – Terjadi selisih data capaian vaksin di Pusat dengan Daerah (Kabupaten Jember). Jakarta menggunakan data dari KPCPEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) sebagai data base capaian vaksin untuk penentuan level pada PPKM. Padahal data manual yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Jember selisih lebih dari KPCPEN. Untuk itu Bupati Jember, Ir H Hendy Siswanto akan ke Jakarta menyelesaikan hal itu.

Usai rapat koordinasi dengan seluruh Kepala UPT Puskesmas di Pendopo Wahyawibawagraha, Bupati menyampaikan keinginannya dalam waktu dekat pergi ke Jakarta. “Kami akan memberikan berita acara lagi dari teman-teman yang di lapangan,” ucap Bupati, Kamis, (20/1/2022) pukul 17:15 WIB.

Data manual belum maching dengan data di KPCPEN. Upaya menyesuaikan data lewat surat menyurat sudah dilakukan. Per telepon juga sudah tetapi belum ada jawaban dari Pemerintah Pusat.

“Kami akan datang langsung dengan Bu Kadinkes ke Jakarta dan kami akan laporkan itu (data manual). Tentunya kami laporkan juga kondisi lansia yang tidak mau divaksin. Kami akan lengkapi datanya,” jelas Hendy.

Hingga berita ini ditayangkan capaian vaksinasi dosis pertama di Jember mencapai 68,5%. Masih kurang 1,5 persen pada dosis pertama untuk mencapai 70%.

Bupati Hendy menargetkan pada akhir Januari ini bisa mencapai 70% dosis pertama.

Langkah segera yang akan ditempuh oleh Pemkab yaitu memperbaiki sasaran sebab kondisi di lapangan berbeda. “Teman-teman Puskesmas mendata ulang kembali warga yang belum vaksin,” imbuh Hendy.

Suasana rakor di dalam Pendopo Wahyawibawagraha

Update data itu akan diteruskan kepada Kades (atau Lurah), Ketua RT dan RW, Kapolsek, Danramil yang akan mencari sasaran vaksinasi. Sehingga Vaksinator tidak lagi mencari sasaran (meski sudah ada) tetapi mereka tinggal melayani vaksinasi saja.

Pada rakor tersebut Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo dan Kadinkes dr Lilik Lailiyah, M.Kes kembali memompa semangat nakes khususnya Vaksinator agar lebih bergairah. Pelayanan vaksin harus didasari semangat kemanusiaan sehingga bernilai lebih mulia. (Sigit)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.