Sekilas Tentang NBA Asia Dan Pemain Unggulan Berprestasi

oleh -744 views

JAKARTA,rakyatjelata.com – CARLOS BARROCA, merupakan pelopor prakarsa pengembangan basket NBA di Asia, yang mencakup pelatihan untuk pelatih dan pemain setempat, pelaksana program akar rumput dan kerjasama dengan pemangku utama kepentingan basket diseluruh kawasan untuk memajukan olahraga tersebut.
Barroca memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun di industri olahraga, pernah bekerja sebagai pelatih basket, pemimpin umum, pengilas televisi, dan duta besar (sebagian besar di negaranya sendiri, Portugal). Sepanjang musim 2000-2001, Barroca menjabat sebagai pelatih kepala di Federasi Bola Basket Portugal dan Tim Nasional U-20 serta bergabung dengan program “Basketball without Borders” NBA sebagai Pelatih Tamu sejak 2006.
Setelah tidak aktif beberapa waktu, Barroca ditunjuk sebagai Direktur Nasional Program Olahraga Sekolah Menengah Atas dan dipilih menjadi anggota Dewan Tertinggi Olahraga serta anggota Komite Olimpiade Portugal. Barroca juga merupakan konsultan Addeco, perusahaan HR Swiss, S.A, tempat dimana ia mempromosikan team building dan motivadi dalam HR perusahaan. Kini dia tinggal bersama Sandra (istrinya) di Hongkong.
JAYLEN BROWN-Boston Celtics, usia 21 tahun, dengan perjalanan karir diantaranya adalah pernah kuliah di University of California, Barkeley dan bermain salam tim basket California Golden Bears, pernah terpilih urutan ke-3 secara keseluruhan oleh Bosyon Celtics di NBA Draft 2016, dan pernah mewakoli Tim Amerika Serikat dalam Rising Star Challenge 2018 di NBA All-Star 2018 di Los Angeles.
Pria asal Marietta, Georgia pada 24 Oktober 1996, anak dari Quention Marselles Briwn Sr. (Juara tinju Dunia). Jaylen adalah seorang Vegetarian yang juga penggemar catur, pernah menjadi kapten tim catur semasa SMP. Pemilik akun media sosial FCHWPO yang merupakan singkatan dari Faith, Consistency, Hard Work Pays Off.
TYRON CURTIS, yang biasa dikenal sebagai Muggsy Bogues, lahir pada 9 Januari 1965 di Baltimore Maryland. Dia merupakan pemain dengan tinggi terendah yang pernah bertanding di NBA. Juga merupajan salah satu pemain terpopuler di era-nya dan tetap menjadi sosok inspirasional berkat kesuksesannya di NBA terlepas dati tinggi badannya. Bogues terpilih sebagai pemain di Washington Bullet (sekarang Wasjington Wizard) dengan urutan ke-12 dalam NBA Draft tahun 1987, termasuk diantaranya David Robinson, Reggie Miller dan Scottie Pippen.
Bogues bergabung dengan Charlotte Hornets dimana ia mengembangkan keahliannya dalam bermain basket sehingga menjadi bintang NBA pada tahun 1988. Dia adalah pemimpin karir Hornet dalam menit bermain, assists dan steals serta sebagai salah satu pemimpin NBA sepanjang masa dalam kategori assist-to-turnover ratio. Bogues yang pada akhirnya pindah ke Holden State Wariors pada NBA musim 1997-1998 dan menghabiskan dua musim sebelum tanda tangan kontrak dengan Toronto Raptors sebagai pemain lepas. Bogues pensiun sebagai pemain basket profesional sejak 2001 sebelum beralih profesi sebagai pelatih tim WNBA, Charlotte Sting. Bogues menulis autobiografi dirinya berjudul In the Land of Giants dimana ia bercerita tentang kehidupan pribadinya dan tantangan serta kritik yang ia terima selama menjadi pemain basket profesional. (put/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.