Saksi Kasus Tanah Pakal Penuhi Panggilan Direskrimum Polda Jatim.

oleh -912 views

SURABAYA,rakyatjelata.com – Progres Kasus terbitnya 13 Sertifikat di Pakal Surabaya telah memasuki tahap pemanggilan saksi dari beberapa instansi terkait di Ditreskrimum Polda Jatim. sebagai penerima dari surat panggilan terhadap saksi yang diperlukan untuk melengkapi berkas bukti yang ada kaitannya dengan perkara yang di laporkan oleh ahli waris R. Medy Wahyu Sulistiarto. dengan nomer LPB/764/VII/2018/UM/Jatim dengan penyidik IPTU I Wayan Kardika SH, MH telah memanggil  kesaksian dari KPKNL untuk melengkapi proses penyelidikan lebih lanjut. Senin 23/7/18

Proses pelaporan Pidana tersebut berdasarkan dugaan adanya penyalahgunaan wewenang dan jabatan instansi terkait, serta Adanya penerbitan 13 sertifikat di daerah Pakal Surabaya. sengketa yang melibatkan lahan seluas 4.7 hektar ini diduga adanya permainan beberapa pejabat Kelurahan, Kecamatan dan BPN.
Mengapa demikian, sebab sertifikat asli milik R. Medy Wahyu Suliatiarto hingga saat ini statusnya masih di Blokir oleh KPKNL dan sertifikat asli milik ahli waris masih berada di Bank Mandiri, namun sesuai fakta yang ada, lahan tersebut saat ini di kuasai oleh beberapa penghuni dan mereka telah merasa memiliki sertifikat yang sah.
“saya sebagai ahli waris tetap akan mengusut tuntas para pelaku yang telah menerbitkan sertifikat di atas lahan keluarga saya, selain sidang administrasi di PTUN saya  juga melaporkan ke Direskrimum Polda Jatim agar harapan saya mengenai tanah milik keluarga saya ini segera menemukan titik terang” tegas Wahyu.
Tak hanya itu, selain saksi dari pihak KPKNL, Wahyu juga menghadirkan saksi dari pihak Bank Mandiri. untuk beberapa keterangan dari KPKNL saat memenuhi panggilan di Ditreskrimum Polda Jatim menjelaskan, bahwa kehadirannya hanya memenuhi kewajiban untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
” dari data yang kami miliki di kantor,  semua menjelaskan adanya status yang real terkait sertifikat milik keluarga Wahyu, dan benar adanya bahwa status sertifikat tersebut hingga kini masih dalam kuasa kami, artinya masih terblokir sampai detik ini dan benar adanya fisik sertifikat tersebut masih dalam penguasaan di Bank Mandjri” jelas Dony kepada awak media. (kiki/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.