Saksi Kasus Penganiayaan Warga Caritas Sogawunasi, Diperiksa Polisi Selama 5 Jam

oleh -5.302 views
Foto saat Penasehat Hukum Korban Penganiayaan mendampingi para saksi di Mapolsek Lolowau-Nias Selatan

Nias Selatan, Rakyat Jelata  – Peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan terhadap April Anugrah Halawa, warga Desa Caritas Sogawunasi, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara yang terjadi pada 30 September 2020 lalu tepatnya dihalaman rumah korban, diduga dilakukan FG oknum Kepala Desa (Kades) Caritas Sogawunasi bersama sejumlah teman-temannya. Penyidik Polsek Lolowau, Kabupaten Nias Selatan melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang saksi selama 5 jam, didampingi Penasehat Hukum (PH) korban, Senin (12/10).

“Saya mendampingi 2 orang saksi yang melihat peristiwa penganiayaan secara bersama-sama dengan asas presumption of innocent, dan persamaan kedudukan di depan hukum, agar saksi dapat memberikan keterangannya secara bebas dan benar kepada penyidik kepolisian” ujar Budieli Dawolo, SH kepada wartawan usai pemeriksaan saksi di Mapolsek Lolowau.

Disampaikan Budieli, jika saksi yang dihadirkan adalah saksi yang melihat dan mendengar peristiwa penganiayaan secara bersama-sama terhadap kliennya.

“Sesuai keterangan 2 orang saksi kepada penyidik Polsek Lolowau, saya meyakini dapat menguatkan dan mendorong pihak kepolisian mengambil tindakan hukum terhadap para pelaku. Sehingga laporan klien saya dapat dengan segera mendapat kepastian hukum” kata Budieli.

Selanjutnya kata Dawolo, kliennya April Anugrah Halawa, selain dianiaya secara bersama-sama, oknum kades juga mengancam akan membakar rumah dan menghabisi korban.

“Seperti kita saksikan dan mendengar bersama dalam video yang beredar viral di media sosial usai peristiwa itu, memberikan sebuah petunjuk kepada kita dan kepolisian bahwa dengan jelas, oknum Kades dan sejumlah lainnya melakukan penganiayaan. Bahkan dengan jelas dalam video tersebut mengancam akan menghabisi dan membakar rumah korban” kata pengacara muda itu kepada wartawan.

Kita berharap, Kepolisian yang memiliki motto PROMOTER (Profesional Modern dan Terpercaya), dan dengan kepiawaiannya sebagai penegak hukum dapat dengan segera menetapkan para pelaku sebagai pelaku tindak pidana, sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, harap Dawolo.

Saksi-saksi yang usai diambil keterangannya oleh penyidik, kepada wartawan mengakui jika keterangan yang diberikan adalah keterangan yang fakta sesuai kejadian.

“Kami memberikan keterangan sesuai apa yang kami lihat dan kami dengar tentang peristiwa penganiayaan secara bersama -sama  terhadap korban. Semoga kesaksian kami ini dapat membantu mempermudah proses penegakan hukum yang adil” ujar para saksi yang meminta wartawan tidak menulis identitas mereka. (aza)