Saat Pilkada, "Katanya Sih Pesta Rakyat"

oleh -776 views

Penulis : Ir. Jusuf Mahdi, MM. , Jumat (16/3/ 2018)
 
SURABAYA,rakyatjelata.com – Dengan berkembangnya situasi dan kondisi NKRI kearah keterpurukan ekonomi, kesenjangan sosial, ketenagakerjaan dengan masuknya TKA dlsb, maka harus ada kesadaran menyeluruh utk menata kembali sistem berpemerintahan dan bernegara.
Parahnya sikon saat ini bertambah lagi karena akan adanya Pilkada, Pilpres dan seterusnya, yang membutuhkan biaya besar, dimana uang besar tersebut sebenarnya dapat digunakan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat jelata (rakyat kebanyakan/pada umumnya) di pelosok tanah air.
Dalih bahwa pemilu itu adalah pesta demokrasi rakyat adalah jauh dari logika, sebab yang berpesta pora adalah partai politik yang tidak berorientasi kepada kepentingan rakyat, tetapi demi kepentingan dirinya sendiri dan demi kekuasaan.
Tatacara dan aturan sistem saat ini sudah tidak benar dan sudah menyimpang jauh dari isi UUD 1945 NA dan Pancasila terutama dari makna dan inti isi alinea 4 Pembukaan (Preambule) UUD 1945.
“Saya ingin berbagi tulisan ini, karena banyak yang gagal paham tentang perkembangan negeri ini. Maka dari itu, kita jangan merasa sudah Pancasilais tetapi tidak paham Pancasila. Apalagi mengaku sebagai politikus rakyat dan lain sebagainya, tetapi tidak bisa merasakan sentuhan atau aroma yang ada pada mereka” ucap Ir Yusuf kepada rakyatjelata.com
Discovery of our UUD 1945 “Menata kembali kedaulatan UUD 1945 sebagai perangkat pengisian cita-cita dan tujuan kemerdekaan”
Istilah diatas adalah tepat digunakan untuk menata ulang dan menempatkan sistem ketatapemerintahan dan ketatanegaraan kepada tatanan kesisteman yang benar, sehingga tidak keluar jalur dan untuk mengisi kemerdekaan dengan ruh dan jiwa yang suci sesuai anugerahNya kepada bangsa Indonesia.
Dengan berdaulatnya UUD 1945 NA maka pembinaan Watak dan Karakter Bangsa (Nation Character Building) sudah jelas arahnya sehingga akan terbentuk  SDM yang bersih, jujur dan amanah, Patriot, Ksatria, Bhayangkara bangsa dan negara yang berkualitas, berkemampuan, mandiri, peofesional.
 
Bela negara kewajiban setiap warga negara
Dari UUD 1945, bab XII, Pasal  30 ayat (1) : “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara”
 Arti Bela Negara adalah setiap upaya untuk melindungi, membela dan mempertahankan negara dari segala hal yang dapat membahayakan situasi, kondisi dan keadaan negara dari apapun yang mengancam keutuhan, kedaulatan, keselamatan negara, baik yang datang dari dalam negeri (faktor internal) maupun dari luar negeri (faktor eksternal).
Keadaan yang dapat menjadi bahaya bagi negara dan bangsa dikenal sebagai Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan (AGHT).
Secara garis besar AGHT tersebut adalah : Fashion, Food, Film, Features, Free Sex, Friction yang pasti harus dihadapi oleh setiap manusia Indonesia.
“Penjelasan rinci hal diatas sudah saya pernah sampaikan di berbagai diskusi dan seminar” terang Ir Yusuf.
Dan aspek dan bidang kehidupan yang akan terkait AGHT adalah faktor dan elemen :  Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Ilmu, Pengetahuan, Teknologi, Militer, Pertahanan dan Keamanan, yang dikenal sebagai Ketahanan Nasional.
Siapakah yang harus  menghadapi AGHT tersebut?
Adalah semua warga negara Indonesia, baik yang berstatus / profesi sipil, maupun militer, yang memberikan pembelaan sesuai profesionalismenya masing-masing, dan dilakukan secara terintegrated, terpadu, sinergis dalam keharmonisan kegiatan.
Hal diatas dikarenakan sebuah penyelesaian masalah tidaklah mungkin ditangani sendiri, tetapi ada keterkaitan dan peran pihak lain, yaitu mitra dan rekan kerja kita. Misalnya saat terjadi bencana alam, gempa bumi, gunung meletus, banjir, dan lain sebagainya maka berbagai pihak akan bahu membahu untuk mencari solusi dan menangani masalah yang terjadi.
 
“Kita harus menyadari bahwa pihak lawan yang tidak senang dan tidak menyukai Indonesia maju dan sejahtera akan selalu berusaha menjatuhkan kita. Baik dari dalam maupun dari luar negeri yang akan merongrong tanpa henti. Maka setiap manusia Indonesia harus memiliki kepekaan mendasar terhadap inti dan essensi bela negara yang sebenarnya. Dan itu harus menjadi kesadaran dari setiap warga negara” imbuh Kolonel Laut ini.
“Maka mari kita tegakkan kembali kedaulatan UUD 1945 NA dan implementasikan isi Pancasila dalam tatanan berkehidupan berbangsa dan bernegara, untuk tercapainya cita-cita dan tujuan kemerdekaan melalui kiprah setiap warganegara yang harus mengisi kemerdekaan itu dengan karyanya” pungkasnya.
Semoga uraian kecil ini dapat menjadi bahan yang akan memberikan pencerahan bagi masyarakat Indonesia. (Kiki/red)
 
 

No More Posts Available.

No more pages to load.