RSUD dr Soebandi Jember Siap Layani Operasi Jantung

oleh -532 views

JEMBER, rakyatjelata.com – Hari ini menjadi sejarah khususnya dunia kesehatan di Jember. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soebandi Jember melakukan operasi jantung terbuka pada seorang pasien yang menderita penyakit jantung bawaan. Pelayanan Bedah Jantung Terpadu (PBJT) perdana itu disaksikan oleh Bupati Jember Ir. H Hendy Siswanto, ST., IPU bersama Direktur RSUD, dr. Hendro Soelistijono, MM., M.Kes dan dr. Heroe Soebroto, RSU dr Soetomo Surabaya.

Dalam keterangan pers Bupati Hendy mengatakan, “Hari ini akan dan sedang dilaksanakan pertama kali operasi jantung terbuka.” Sabtu, (14/5/2022).

Bupati dan tim dokter berdoa sebelum melakukan operasi jantung terbuka

RSUD dr. Soebandi masuk kategori rumah sakit kelas B. Memiliki lembaga pendidikan dan tenaga dokter yang cukup banyak. Dan, menjadi pusat pelayanan kesehatan wilayah Tapal Kuda.

Pemkab Jember mendorong rumah sakit milik daerah itu untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Mengingat, jumlah penduduknya cukup besar yakni 2,6 juta jiwa.

Operasi jantung terbuka sedang berlangsung

Menurut laporan yang diterima Bupati, potensi penyakit jantung di Jember mencapai 15.000 orang per tahun. Jumlah yang fantastis. Semakin berat jika tidak ditunjang dengan fasilitas pelayanan jantung.

“Kita akan siapkan gedung khusus bagi pelayanan jantung terpadu. Dan juga penyakit lain seperti kanker,” tandas Bupati Hendy.

Tidak itu saja komitmen Bupati Hendy untuk masyarakat Jember. Ia sedang menyiapkan formula kebijakan dimana setiap warga Jember akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis di rumah sakit. Tidak terbatas pada pemegang kartu BPJS kesehatan atau kartu keluarga miskin tetapi Bupati Hendy meyakinkan gratis bagi semua warga Jember (KTP Jember).

Pemaparan tim ahli bedah jantung kepada Bupati Jember

Sementara itu Direktur RSUD dr Soebandi, dr Hendro Supriyono, menjelaskan di sana sudah ada tenaga dokter yang khusus menangani penyakit jantung.

“Kita punya 2 dokter bedah jantung. Ada dokter Zaki dan dokter Drajat. Juga ada 5 dokter spesialis jantung,” terang Hendro.

Perihal mesin bedah jantung, ia menjelaskan bahwa mesin itu sudah ada sejak 4 tahun lalu. Tetapi tidak bisa digunakan karena alat pendukungnya tidak ada.

“Baru Bupati sekarang yang bisa melengkapi alat itu (mesin bedah jantung) sehingga bisa kami gunakan,” terangnya.

Dalam operasi tersebut tim masih mendapat pendampingan dokter ahli bedah jantung dari Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya.

Ketua tim, dokter Heroe Soebroto, mengatakan, melihat kemampuan mesin dan jumlah calon pasien, pendampingan akan diupayakan semaksimal mungkin.

“Ibarat kata bisa karena sudah biasa. Insyaallah tidak akan lebih setahun RSUD dr Soebandi bisa kami lepas,” ujar dr Heroe.

Menurutnya, ada 2 golongan penyakit jantung. Pertama penyakit jantung bawaan dan penyakit jantung dewasa.

Biasanya tindakan operasi pada penyakit jantung dewasa (bukan bawaan) meliputi jantung koroner, katup jantung dan pembuluh aorta.

(Sigit)

 

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.