Reses I Tahun 2022, Mufid PKB Jaga Konstituen dengan Semangat Kebersamaan

avatar Rakyat Jelata

JEMBER, rakyatjelata.com - Mufid, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengisi masa reses I di awal Tahun 2022. Politisi PKB itu mendatangai massa konstituennya di Pondok Pesantren Salafiah di Desa Klompangan Kecamatan Ajung (Dapil 3), Jum'at, (11/2/2022). Anggota Komisi C DPRD Jember itu mengusung tema kebersamaan dalam pembangunan menuju Jember bangkit. Pendukung Mufid yang datang banyak dari kelompok Nadliyin, Muslimat NU dan Perempuan Bangsa di Kecamatan Ajung khususnya Desa Klompangan. [caption id="attachment_51893" align="alignnone" width="700"] Mufid sedang menyapa konstituennya pada masa reses I[/caption] Masa reses sejatinya merupakan sarana formal bagi anggota dewan dalam menampung keinginan politik pendukung. Ini dipertegas dengan kehadiran anggota Sekretaris Dewan yang bertugas mencatat setiap aspirasi konstituen. Mufid mengatakan sebagai anggota komisi C yang membidangi pembangunan ia membahas topik lingkungan. "Saya mengupas masalah kebersihan. Kenapa? Karena ini sangat penting untuk selalu kita suarakan," ungkap Mufid. Lalu apa hubungannya dengan pembangunan (terutama infrastruktur)? Mufid menjelaskan isu masalah banjir yang kerap terjadi di Jember dapat teratasi dengan kebiasaan membuang sampah ke tempatnya. Jika tidak, banjir akan merusak semua sarana dan prasarana sehingga beban biaya pembangunan akan tersedot. Padahal jika tidak rusak maka anggaran tersebut bisa dipakai hal lainnya. Pada sesi serap aspirasi, ia mendapat banyak masukan. Seorang warga Curahkates mengusulkan adanya pembinaan bagi petani buah duku. Pembinaan itu tidak hanya pada masalah produksi tetapi sampai pada harga jual. Pada tahun 2014 warga Klompangan mendapat 14.000 bibit tanaman duku. Dulu diharapkan menjadi desa wisata tetapi tidak berjalan seperti yang diharapkan. Lain halnya dengan wakil dari Perempuan Bangsa dari Desa Ajung. Wanita itu meminta Mufid untuk membuat agenda sosialisasi terkait edukasi pemilahan sampah bagi ibu-ibu. Seorang pengurus ranting dari Dusun Mangaran menyinggung pengaspalan jalan menuju sebuah Pondok Pesantren. Ia meminta Mufid agar disegerakan pengerjaannya. Dengan bijak Mufid mendengar (dicatat oleh anggota sekwan) dan memberikan informasi terkait permasalahan mereka. "Itu semua bukan hanya pekerjaan rumahnya DPRD saja tetapi semuanya termasuk juga pihak eksekutif," ungkap mantan guru ngaji itu. Ia mendorong pemerintah agar setiap keluhan masyarakat itu segera teratasi. Dengan bijak ia membuat ilustrasi, ibarat naik kapal yang sedang mengarungi samudera tapi dalam waktu yang bersamaan menambal kebocoran kapal. "Ya gak sampai-sampai ke pantai harapan (kesejahteraan masyarakat," ungkap pria sederhana itu. Aspirasi konstituen yang ditampung tersebut akan disalurkan ke sejawat anggota partai sebab Mufid hanya membidangi masalah pembangunan di Komisi C. Sedangkan untuk realisasi politik yang disetujui akan diwujudkan pada tahun 2023 sebab pembangunan sedang berjalan di tahun anggaran 2022. Selain dihadiri oleh tuan rumah (Pengasuh Pondok Pesantren Salafiah Klompangan) juga ada anggota Dewan Syuro Ranting Ajung. Acara semakin hangat dengan hadirnya Gus Malik, Ketua DPC PKB Kabupaten Banyuwangi. (Sigit)

Baca Juga: Polres Jember Berhasil Amankan Tersangka Penyebar Berita Hoax Penculikan Anak

Editor : Admin Rakyatjelata

Berita   

Mengeluh Pusing Jadi Kades , Ini Alasanya!

Pemerintah Desa adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain yang dibantu perangkat desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. Kepala Desa adalah pejabat Pemerintah Desa yang mempunyai wewenang tugas dan kewajiban untuk menyelenggarakan…

Berita   

Mandailing Natal Harus Bangkit.

Madina Sumut - Hari raya idul fitri bukan waktu atau kesempatan untuk melupakan segala permasalahan yang cukup banyak di Mandailing Natal ( Madina),…