Refleksi 3 Tahun Kepemimpinan Aminullah-Zainal, Aceh Kreatif : “Capaian Sudah Sangat Baik, Tinggal Dilanjutkan”

oleh -91 views

Banda Aceh | Rakyatjelata.com-

Tiga tahun pemerintahan Aminullah Usman di Banda Aceh dinilai telah berhasil mewujudkan sejumlah capaian yang signifikan, terutama di bidang pendidikan dan ekonomi yang menjadi pilar pembangunan kota Banda Aceh.

“Diakui ataupun tidak, Pemerintahan kota Banda Aceh sudah sangat baik selama 3 tahun di bawah kepemimpinan Bapak Aminullah, capaian yang sangat signifikan terutama di bidang pendidikan dan ekonomi yang justru dapat dikatakan bisa jadi diatas target yang telah ditetapkan. Tentunya capaian harus bisa dipertahankan dan dilanjutkan sehingga lebih maksimal lagi ke depannya,” ungkap ketua Yayasan Aceh Kreatif, Delky Nofrizal Qutni saat audiensi membahas refleksi 3 tahun kepemimpinan Aminullah -Zainal, Sabtu sore (10/07/2020) di Pendopo Walikota Banda Aceh.

Di bidang pendidikan, kata Delky, capaian sebagai peringkat 2 Indeks Pembangunan Manusia(IPM) yang diraih oleh Banda Aceh merupakan sebuah kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat. “Meskipun gedung kantor dinas pendidikan Banda Aceh sangat sempit, ternyata capaiannya IPM Banda Aceh sangat luar biasa. Apalagi, jika nantinya Dinas Pendidikan dan Sekolah-sekolah serta madrasah di Banda Aceh fasilitasnya lebih baik lagi, kita yakin prestasi ini dapat ditingkatkan lagi. Jika 3 tahun kepemimpinan Pak Aminullah capaian peringkat 2 Nasional, maka 3 tahun ke depannya mudah-mudahan bisa jadi peringkat 1 nasional,” kata Delky.

Dia melanjutkan, di bidang ekonomi makro laju investasi yang meningkat menunjukkan capaian yang patut diacungi jempol. Bahkan yang lebih membahagiakan warga yakni di sektor ekonomi mikro yang mengalami peningkatan signifikan. “Kita bisa lihat sendiri peningkatan jumlah UMKM yang kini telah mencapai 12.000 lebih, laju inflasi, angka pengangguran dan kemiskinan Banda Aceh terendah di Aceh serta langkah kongkret Walikota Banda Aceh dalam memutus rantai rentenir yang biasa menjerat UMKM dan pedagang kecil melalui terobosan bernama LKMS Mahirah Muamalah Syari’ah juga telah menunjukkan capaian yang gemilang,” paparnya.

Menurut Delky, LKMS Mahirah Muamalah Syari’ah dapat dijadikan roll model bagi daerah lain di Aceh dalam mendongkrak perekonomian terutama sektor pemodalan bagi UMKM dan pedagang kecil. “Bayangkan saja, hanya dalam kurun waktu 2 tahun nasabah terdaftar yang terbantu dengan kehadiran Mahirah Muamalah Syari’ah mencapai 5000 nasabah dengan asset mencapai 27 Milyar. Bukankah ini terobosan gemilang? Tinggal lagi digitalisasi pelayanan Mahirah Muamalah Syari’ah perlu dilakukan segera sehingga manfaatnya akan lebih terasa. Belum lagi, keberhasilan Walikota membangun pasar Mahirah Lamdingin yang berpotensi menjadi pasar yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat wabil khusus pedagang,” katanya.

Hanya saja, Aceh Kreatif menyarankan agar dilakukan evaluasi dan verifikasi ulang sehingga keberadaan pasar tersebut dapat lebih dioptimalkan. “evaluasi dan verifikasi ulang agar yang mendapatkan kios-kios disitu benar-benar warga yang ber-KTP Banda Aceh dan untuk menghindari terjadi pedagang yang mendapat kios ganda, apalagi pendaftaran yang hanya dibuka 40 menit secara online itu cenderung berkemungkinan tidak efektif. Jadi harus dievaluasi kembali,” ujarnya.

Masih kata Delky, dari sektor pelayanan publik di Banda Aceh sudah optimal. Aceh Kreatif menyarankan agar di kantor walikota, DPRK dan instansi-instansi yang ramai pengunjung dilengkapi dengan Buku Tamu Digital. “Buku tamu digital ini akan lebih mengoptimalkan pemko dalam pelayanan publik kota gemilang berbasis smart city nantinya, insya Allah,” ucapnya.

Aceh Kreatif juga menyarankan dan siap mendukung Pemko Banda Aceh untuk menghadir Portal Pemasaran UMKM berbasis digital dengan layanan gratis untuk meningkatkan lagi penghasilan para pelaku UMKM.

“Pada notabenenya, Aceh Kreatif siap menjadi mitra kritis dan mitra strategis demi kegemilangan Banda Aceh, apalagi semangat kongkret Pak Walikota untuk melakukan terobosan adalah modal berharga bagi Pemko dan masyarakat kota gemilang ini untuk menghadirkan terobosan-terobosan. Sebagai penyeimbang, Aceh Kreatif siap mengapresiasi capaian yang patut diakui, memberikan masukan demi perbaikan, dan bersinergi untuk menghadirkan terobosan-terobosan demi kebaikan masyarakat,” ujarnya lagi.

Selanjutnya, perwakilan Aceh Kreatif lainnya yang juga bernama Aminullah menyampai terkait capaian-capaian dan masukan terkait penguatan seni budaya, penanganan pinggiran kota hingga sektor sosial yang perlu dioptimalkan. ” Memang untuk membuat puas semua pihak dan kalangan tidaklah mungkin, namun perbaikan-perbaikan dan terobosan harus terus dilakukan dan dilanjutkan,” kata pria yang berlatar belakang mahasiswa hukum Unsyiah itu.

Selain itu, Yayasan Aceh Kreatif secara tegas juga mendukung Banda Aceh untuk dimasukkan dalam daerah destinasi prioritas pariwisata berbasis syari’ah secara nasional. “Saat ini pembangunan pariwisata nasional difokuskan kepada 10 destinasi perioritas pariwisata dan 4 Destinasi Super perioritas, dan tidak masuk satu kabupaten/kota pun di Aceh. Untuk itu, kita minta kepada Kementerian Pariwisata untuk menambahkan satu destinasi lagi, yakni menjadikan Banda Aceh sebagai destinasi prioritas pariwisata syariah. Kita dukung Pemerintah Banda Aceh untuk memperjuangkan hal itu,”tegasnya.

Kehadiran Aceh Kreatif mendapat sambutan hangat oleh Walikota Banda Aceh. Aminullah meminta agar hal itu dapat ditindaklanjuti Bappeda demi kemajuan Banda Aceh.

Walikota juga menyampaikan saat ini dirinya terus mengoptimalkan berbagai sektor termasuk pelayanan air bersih. Aminullah juga terlihat sangat siap dengan masukan, gagasan dan terobosan demi kegemilangan Banda Aceh. “Alhamdulillah kita sudah bangun 2 reservoir di Banda Aceh untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat,”jelasnya.

Pertemuan yang dimoderatori oleh Assiten II Setdako tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bappeda Banda Aceh, Kabag Ekonomi Setdako serta Sejumlah pengurus dan anggota Yayasan Aceh Kreatif. (Red)