Ramadhan di Antara Meja Makan

oleh -981 views

Kediri. rakyatjelata.com. Ketika Ramadhan tiba,semua masyarakat muslim hampir di seluruh dunia menyambut dengan rasa bahagia dan suka cita,tak terkecuali anak-anak.Riuh rendah celoteh anak-anak hampir bisa di temui di Masjid maupun Mushola di kampung-kampung, mereka menganggap puasa adalah tidak boleh makan dan minum di waktu siang sampai menjelang waktu Magrib,tapi ada makna yang luar biasa dari semangat anak-anak menjalankan ibadah puasa.Ketika seorang anak tidak ikut makan sahur,ada perasaan kecewa,marah dan kesal,dan ketika tiba waktu Magrib, begitu suka citanya mereka mendapati makanan dan minuman lezat di meja makan.Ada pemaknaan luar biasa jika seorang orang tua bisa memberi pelajaran hidup bagi anak-anaknya,

“Apakah kamu tahu nak,jika seseorang merasakan kelaparan bisa menimbulkan kemarahan !?” Apakah engkau mengerti nak,jika orang lain merasakan kelaparan kita juga bisa merasakan penderitaan orang tersebut,pernahkah kita punya rasa untuk berbagi,walaupun itu hanya secuil makanan !? “


“Dan apakah kita tahu nak,bahwa di atas meja makan belum tentu kita menemukan makanan seperti hari kemarin !?, menemukan rasa nikmat seperti hari kemarin !? ” karena Tuhan memberi nikmat jika kita bersyukur atas apa yang di beri hari ini,

” Lihatlah nak,banyak saudara kita di sana yang lebih merasakan rasa lapar,tapi mereka tak pernah menyerah apa yang dihadapi dengan penderitaannya,dan rasakanlah  nak,apakah esok hari kita masih menemukan kenikmatan di atas meja makan !? “

   فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Qs. Ar Rahmaan 40)

Puasa atau “Poso” ( bhs.jawa) adalah “Tapa ing Rosa” ( bertapa/bertafakkur dalam rasa ) , sebuah pemaknaan dalam kaca mata orang-orang sederhana,baik sederhana ilmu,sederhana pengjajian bahkan sesederhana kehidupan anak-anak kampung.Puasa adalah introspeksi moral kita.Ilmu adalah jalan,rasa adalah mata,dimana kita bisa instrospeksi diri kita sendiri,tanpa merendahkan orang lain dalam sudut pandang apapun,karena itulah nikmat Tuhan sesungguhnya,bukan hanya nikmat Tuhan di sebuah meja makan. (bchr/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.