Public Expose : Penawaran Umum Perdana Saham PT. POOL ADVISTA FINANCE Tbk

oleh -1,446 views
JAKARTA, RakyatJelata.com – Dalam periode proses penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO), PT Yelooo Integra Datanet Tbk. (Passpod) mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 10.27 kali selama periode bookbuilding yang berlangsung pada tanggal 18 – 22 Oktober 2018.
Dari periode ini, dana yang terkumpul mencapai hampir Rp 501 miliar, dari target perolehan dana Rp 48 miliar. Perusahaan yang akan menggunakan kode emiten YELO ini akan menjadi startup keempat yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin pelaksana efek IPO Passpod menyatakan, setidaknya terdapat tiga faktor yang menyebabkan tingginya antusiasme masyarakat saat penawaran umum perdana saham Passpod.
Direktur Sinarmas Sekuritas, Kerry Rusli, menyebutkan faktor pertama adalah pergerakan bisnis Passpod yang fokus pada teknologi dan big data yang relatif baru. Faktor kedua, Bursa Efek Indonesia sedang gencar mengkampanyekan gerakan Yuk Nabung Saham yang sangat atraktif bagi investor ritel pemula.
“Faktor ketiga, bisnis Passpod ada di industri yang menarik, yakni pariwisata. Industri ini termasuk yang mencatat tingkat pertumbuhan tinggi,” ujar Kerry.
Harga Saham Pool Advista Finance Tbk Rp. 125- Rp. 150
Jakarta, 24 oktober 2018
Perusahaan pembiayaan PT. Pool Advista FinanceTbk akan dilakukan penawaran umum perdana saham atau initial Public Offering (IPO) sebanyak-banyaknya 800.000.00 lembar saham baru dengan nominal rp 100. Jumlah saham baru tersebut setara dengan 23,9% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Direktur utama PT. Pool Advista Finance Tbk (PAF) Asa Mirzaqi mengatakan, “Dalam rencana ipo ini, perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 800.000.000 waran seri I dengan rasio 1:1, dengan demikian, jumlah seluruh saham termasuk pendiri, dan waran dicatatkan di Bursa Efek Indonesia(BEI) sebanyak 3.592.910.000(3.59 milyar saham. Sedangkan sisanya sebesar 621.690.000 saham tidak tercatatnya sesuai POJK 28/POJK.05/2014 tentang perizinan Usaha dan kelembagaan perusahaan pembiayaan,” paparnya.
Arfianto Wibowo, Direktur bisnis/independen PAF menambahkan, “Hingga juli 2018, total pembiayaan mencapai rp 258,35 miliar, terdiri dari pembiayaan investasi sebesar Rp 82,91 miliar, pembiayaan modal kerja Rp 85,14 miliar, pembiayaan multiguna Rp82,91 milyar, dan pembiayaan syariah Rp 220 juta,” ujarnya.
Raden Ari Priyadi menambahkan bahwa rasio solvabilitas pada akhir juli 2018 sebesar 0,15 kalo drngan net profit margin(NPM) yakni 138,13%, naik signifikan dari akhir 2017 sebesar 82,94%. “Aset hingga juli 2018 mencapai Rp 325,59 milyar dari akhir tahun lalu Rp273,90 milyar,” tutupnya. (Yulianto/tim).

No More Posts Available.

No more pages to load.