PT. Urban Jakarta Propertindo Tbk : IPO Untuk Hunian Terintegrasi Transportasi Massal Bagi Masyarakat Urban

oleh -1,078 views

JAKARTA, RakyatJelata.com – PT. Urban Jakarta Propertindo Tbk (Urban Jakarta atau perseroan), pengembang hunian yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD), mengadakan Due Dilige5 Meeting & Public Expose dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham kepada calon investor diballroom 1 Ritz Carlton Pasific Place.
Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 600.000.000(enam ratus juta) saham atau setara dengan 16,85% (enam belas koma delapan puluh lima persen) dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan penawaran umum perdana saham.
 
Selain itu pada saat pencatatan perdana saham (“listing”) perseroan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi berdasarkan Convertible Loan Agreement (perjanjian pinjaman kontroversi) tertanggal 22 November 2027 sebanyak-banyaknya 400.000.000 (empat ratus juta) saham atau setara dengan 11,23% (sebelas koma dua puluh tiga persen), sehingga total saham atau setara dengan 28.08% ( dua puluh delapan koma nol delapan persen) dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Saat Listing, perseroan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 840.000.000 drlapan puluh empat puluh juta) Waran seri I yang menyertai saham baru perseroan yang ditawarkan ke masyarakat. Adapun periide pelaksanaan waran adalah mulai dari 12 juni 2019 s/d 10 desember 2021. Penerbitan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi tidak disertai penerbitan Waran.
Untuk aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT. RHB sekuritas Indonesia dan PT. Sinarmas sekuritas selaku pejamin pelaksana Emisi Efek( Joint Lead Underwriters atau JLU).
 
Periode penawaran awal (book biulding) akan berlangsung pada tanggal 9-19 November 2018, denagan perkiraan tanggal efektif pada tanggal 30 November 2018. Adapun penawaran umum akan dilaksanakan pada 4-6 Desember 2018 dan pencatatan perdana saham (listing) diBursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 12 desember 2018.
Perseroan berencana mengalokasikan sekitar 50,0% dana hasil IPO untuk akuidisi lahan diwilayah Jabotabek, 30,0 % untuk belanja modal dan pengembangan, serta 20,0% untuk modal kerja perseroan. (S.Yulianto/timRJ).

No More Posts Available.

No more pages to load.