Polemik Program PTSL Didesa Ngablak Hingga Warga Gelar Demo

oleh -262 views

Rakyat Jelata BOJONEGORO – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Di desa ngablak kecamatan dander kabupaten Bojonegoro jawa timur menjadi perbincangan warga.

Pasalnya, Program PTSL 2019 lalu hingga pertengahan tahun 2020 ini tak kunjung selesai, Warga pun sempat beberapa kali menggelar demo di balaidesa menuntut agar PTSL ini segera di selesaikan dan  sertifikat segera di bagikan.

Selain itu, Di Kabarkan juga, Ketua panitia PTSL tidak menerima honor karena tidak memiliki SK resmi, Serta di kabarkan biaya PTSL senilai Rp 500 ribu per bidang untuk warga ngablak, dan pemohon luar desa di bebani biaya 1 Juta Rupiah, Namun di kwitansi hanya di tulis 150 saja Walau pembayaran telah lunas.

Saat di konfirmasi oleh media ini di Balai Desa, Ketua panitia Tamyis Rozikin mengatakan, Permasalahan sudah beres, dan saat ini dirinya sudah menerima honor, Dan Sertifikat Sudah di bagikan ke para pemohon secara bertahap.

“Sertifikat Di bagikan bertahap, yang pertama 300 sertifikat dan tahap kedua 500 sertifikat dan untuk tahap selanjutnya masih menunggu musyawarah.” Kata Tamyiz Rozikin kepada media  ini,  Kamis (23/7/2020).

Sedangkan menurut Ketua PTSL Tamyis Rozikin Keterlambatan penyelesaian Program PTSL di desanya ini bukan karena adanya polemik, namun keterlambatan karena terkendala kondisi saat ini yang masih pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Desa Ngablak, Susiyanto ketika ditanya perihal biaya, menyampaikan bahwa kabar jika pemohon di bebeni biaya 1 juta tersebut tidak benar, Namun Dia tidak menampik jika biaya PTSL memang Rp 500 ribu perbidang.

“Kalau di kabarkan di pungut biaya 1 Juta itu tidak benar mbak, Namun kalau di tarik Rp 500 ribu memang benar, Namun Itu sudah sesuai hasil musyawarah sebelumnya dan Biaya 500 ribu, berlaku sama bagi pemohon, baik warga lokal desa dan luar desa.”Tutur Kades. (Ciprut/Ar).