Pesona Candi Sumber Tetek Menyimpan Sejuta Eksotisme

oleh -5,161 views

PASURUAN,rakyatjelata.com – Indonesia merupakan bangsa besar yang memiliki beragam warisan budaya yang kaya raya. Salah satu jejak peninggalan tingginya peradaban Indonesia di masa lampau ialah candi.
Ada banyak candi yang hingga saat ini masih dapat disaksikan sebagai saksi bisu keberadaan kerajaan-kerajaan nusantara.
Namun, berdirinya sebuah candi tentu tak dapat terlepas dari asal usul yang melatari pembangunannya. Salah satunya adalah candi yang terdapat di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Salah satu candi Dewi Laksmi di lokasi sumber tetek ( Photo By Edi )

Candi Belahan atau biasa warga sekitar menyebut candi tetek berada di Dusun Belahan , Desa Wonosonyo, Kecamatan Gempol, Pasuruan atau tepatnya di sebelah timur Gunung Penanggungan. Candi tersebut konon dibangun sebagai tempat pemandian bagi kedua permaisuri Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan. Kedua permaisuri itu yakni Dewi Laksmi dan Dewi Sri.
Itulah sebabnya bila di candi itu terdapat dua patung berwujud perempuan. Menurut cerita, candi ini juga disebut Candi Sumber Tetek. Sebab, di salah satu patung, yaitu patung Dewi Laksmi tepat di bagian payudaraya mengeluarkan air jernih.
Air yang berasal dari candi tersebut diyakini masyarakat melambangkan kesuburan, sehingga airnya sangat diburu. Mitos lain, air itu dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, menghindarkan diri dari malapetaka, bahkan bisa membuat seseorang menjadi awet muda.
Salah satu pengunjung dari komunitas di Surabaya.( Photo By Edi )

Sumber Tetek yang terletak di Desa Belahan, Wonosunyo, Gempol, Pasuruan, Jawa Timur merupakan peninggalan Raja Airlangga dari abad 11. Candi itu menyimpan mitos besar. Berdasarkan catatan sejarah, Candi Belahan atau Candi Sumber Tetek dibangun oleh Raja Airlangga pada 1009 Masehi atau pada masa Kerajaan Kahuripan.
Juru kunci candi, Ali saat ditemui rakyatjelata.com mengatakan candi itu dibangun oleh Airlangga, anak dari Raja Bali, Udhayana, yang menikah dengan Putri Guna Priya Dharma dari Jawa. Dan menurut keterangan sang juru kunci, peringatan keras bagi para pengunjung yang ingin datang ke kawasan ini agar tetap menjaga adab ataupun tata krama, dengan harapan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pungkasnya.
Untuk pengunjung khususnya perempuan dilarang masuk kawasan bila sedang datang bulan, dan masih banyak lagi peraturan bagi pengunjung. Saat ditanya untuk hari yang paling ramai pengunjung juru kunci menjelaskan, “Biasanya malam jum’at manis (Legi) dan setiap malam bulan purnama, untuk pengunjung sendiri bukan hanya dari satu kepercayaan namun sekarang sudah banyak yang datang untuk melakukan ritual sesuai dengan kepercaannya masing-masing.(Edi/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.