Pentas Rakyat di Pinggir Setu

oleh -483 views
tepi setu sambut 2019 dengan taburan kembang api yang tak menentu.

Jakarta, Rakyatjelata.com

Panggung terang benderang milik kaum politik, duduk di kursi empuk berpentas tanpa etika di televisi..
Mulutnya terpapar racun eqoisme ingin menang berdebat..

Pentas tiada henti, perhelatan kebencian di kalangan pengagum kursi istana. Medsos menjadi bunga rampai kenistaan ..

Di sini, di pinggir danau, atau sebutan pasnya adalah Setu..
Rakyat melongo melihat kembang api yg berpijar tak tentu arah..
Di sini, di antara kopi-kopi dan topi, rakyat menghembuskan nafas hidup dalam dingin tengah malam di akhir dan awal tahun..

Yah, inilah pentas Rakyat. Rakyat yg sebenarnya berdaulat. Duduk termenung di antara riuh rendah suara petasan larangan.

Doa? Kupikir tiada guna. Karena pentas rakyat selalu hadir dalam kepedihan-kebedihan, bencana dan gerutu bahan dapur yang tak terbeli.

2019, tak perlu berpikir atas gizi atau nutrisi tinggi. Hinggap saja di ketinggian amarah. Karena hanya kemarahan yg membakar jiwa revolusi. Tanpa itu, pentas rakyat hanya menyajikan penderitaan.

2019, hadir hanya untuk calon-calon wakil2 partai dan presiden terhormat. Nikmati saja pentas mereka. Biarkan api-api pijar petasan membakar mereka yang meninggalkan daulat rakyat. Mereka akan terbakar dalam sekujur tubuhnya yang sesat.

Tersenyumlah. Karena rakyat punya segudang senyuman. Biarkan penderitaan mendera, jiwa kami terbuat dari butiran debu sawah-sawah yang dibangun pabrik semen.. maka, tersenyumlah. Tak perlu takut atas belenggu hidup, meski tiang pancang semen-semen menghiasi pemandangan. Tersenyum …lah ….

2019, selamat datang .. kami masih terbelenggu dalam berisik petasan larangan di pinggir danau. Salam goodbye 2018, dengan kepedihan, bencana dan kebencian…

Salam, semoga semua makhluk berbahagia #mungkin inilah doa

Setu Pamulang, 00.06, 1/1 2019

Penulis : Iwan Suga sang penikmat kopi