Lengkap brow, Oknum pengacara ini tipu klien, pesta Narkotika, dan Bawa Senjata Api tanpa izin.

oleh -614 views

BOJONEGORO, rakyatjelata.com – Jajaran Sat Reskrim Polres Bojonegoro telah mengamankan seorang yang berprofesi sebagai  pengacara karena di laporkan oleh kliennya telah melakukan penipuan atau penggelapan. Modusnya pelaku bisa mempercepat proses Pengajuan ijin tambang di P2T Provinsi jawa timur melalui jalur khusus dan biaya murah.
Selain terlibat perkara penipuan atau penggelapan, Saat hendak ditangkap oleh petugas, pelaku didapati sedang berpesta narkotika jenis sabu di kamar kosnya. Selain itu, petugas juga mendapati pelaku sedang membawa senjata api jenis FN tanpa dilengkapi ijin.
Oknum pengacara tersebut berinisial MAA als GUS AA, warga Kelurahan Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya, yang memiliki kantor di Perumahan Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Sedangkan korbannya Chobul Rochman, warga Perumahan Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, dalam konferensi pers yang digelar Polres Bojonegoro pada Senin (29/10/2018) siang.
Kapolres mengungkapkan, bahwa kronologi penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan pelaku bermula bahwa pelaku yang berprofesi sebagai pengacara mengaku mempunyai banyak jaringan dan menjajikan kepada korbannya bahwa pelaku dapat mempercepat proses pengajuan ijin tambang di P2T Provinsi Jawa Timur, melalui jalur khusus dengan biaya yang murah, dengan syarat korban membayar sejumlah uang.
“Korban Chobul Rochman, memiliki usaha galian tanah urug yang berlokasi di Kecamatan Kalitidu, sehingga korban percaya pada pelaku,” jelas Kapolres.
Kapolres Melanjutkan, Dalam proses pengurusan ijin tersebut, korban telah menyerahkan uang kepada pelaku secara bertahap hingga total sebesar Rp 309 juta, untuk percepatan proses ijin tambang milik korban.
“Karena ijin yang dijanjikan pelaku tidak kunjung jadi, maka korban melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Bojonegoro.” jelas Kapolres
Selanjutnya, Berdasarkan laporan korban, petugas segera melakukan penyelidikan dan pada Selasa (16/10/2018), petugas berhasil menangkap pelaku di rumah kosnya di Surabaya dan saat itu petugas mendapati pelaku sedang berpesta narkotika jenis sabu serta pelaku membawa senjata api jenis FN tanpa dilengkapi ijin.
“Pelaku berikut barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Bojonegoro, untuk penyidikan lebih lanjut”. jelas Kapolres.
Kapolres menambahkan, saat sedang menjalani penyidikan, dengan memanfaatkan kelengahan petugas, pelaku sempat berhasil melarikan diri, Namun petugas kembali berhasil menangkap pelaku.” imbuh Kapolres.
Atas perbuatannya, oleh penyidik pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP, pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan pasal 117 (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
“Pelaku diancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama seumur hidup,” terang Kapolres
Adapun barang bukti yang diamankan petugas antara lain, 1 buah buku tabungan Bank Mandiri, 2 buah buku tabungan Bank BRI, 1 buah buku tabungan Bank Permata, 2 buah buku tabungan Bank BCA, 7 buah kartu ATM, 1 buah tas, 1 buah senjata api jenis FN warna silver beserta magazine yang berisi 7 butir peluru tajam, 1 paket berisi sabu, 2 buah pipet kaca, 1 unit mobil Toyota Camry warna coklat, nomor polisi AG 1709 YO, 1 unit mobil Honda Mobilio warna grey nomor polisi L 1685 BO dan 1 buah papan nama neon boks. (Kus/red)