Pendidikan dan Pelatihan Konservasi "Sampah" Perlu di Agendakan.

oleh -603 views

SURABAYA,rakyatjelata.com – Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Konservasi “Sampah” diselenggarakan oleh beberapa komunitas peduli lingkungan telah membuka wacana bagi masyarakat agar lebih memperhatikan lingkungan sekitar. kegiatan yang di Ketuai Elisa Roichanah menggunakan dana dari donasi para anggota, Pemkot dan PT Sier.

Latar Belakang Komunitas Peduli Lingkungan (KPL) Se – GERBANG KERTASUSILA melingkupi dari berbagai kota / kabupaten yaitu, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, Mojokerto, dan Lamongan kini telah berkembang menjadi lebih luas, bahkan saat ini telah melebar hingga se-Jawa Timur.
Orang-orang yang bergabung dalam komunitas ini adalah mereka yang berlatarbelakang MAPALA, SISPALA, OPA, dan KPA, mereka semua membentuk kepanitiaan ini berawal dari sebuah kekhuatiran dan kegelisahan terkait dengan lingkungan yang ada di sekelilingnya. kepedulian mereka terhadap lingkungan sangat besar, hingga keinginan belajar serta berbagi pengalaman dalam hal pelestarian lingkungan masih kerap di lakukan
Berawal dari isu lingkungan yang sedang marak terjadi di daerah-daerah, khususnya isu tentang sampah dan pengelolaannya yang dirasa masih kurang tepat dan efisien tersebut, maka digagaslah sebuah kegiatan untuk memberikan edukasi terkait sampah ini.
Dengan sasaran para pemuda-pemudi dari kalangan Mahasiswa dan Siswa SMA yang tergabung dalam organisasi MAPALA, Sispala, maupun OPA dan KPA sebagai generasi pembaharu diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang telah didapatkannya dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Konservasi “Sampah” ini.
Terlebih jika mereka bisa mengajarkannya kepada masyarakat luas, khususnya di lingkungan mereka masing-masing.
Diharapkan mulai hal kecil tersebut mampu memberikan perubahan untuk kelestarian lingkungan di masa yang akan datang.
Beberapa Rundown acara dikemas dalam beberapa sesi, yang pertama Materi Ruang, lalu Simuasi Lapangan, setelah itu Aplikasi berupa aksi yang dilaksanakan di lingkungan masing-masing, kemudian Pelaporan hasil aksi dari masing-masing peserta.
kegiatan ini bertempat dan dilaksanakan di Kebun Bibit Wonorejo, Jalan Kendal Sari Blok RK No. 70, Wonorejo, Rungkut, Surabaya. pelaksanaan di gelar pada  Hari Jumat – Minggu, 27 – 29 Juni 2018.
Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dihadiri oleh banyak peserta, dihari pertama saja, mereka berjumlah 35 orang, lalu di hari ke 2 ada juga yang menyusul hingga 50 orang.
Peserta tidak hanya dari wilayah gerbangkertasusila saja, namun ada juga dari sumenep, tuban dan jakarta. dalam kegiatan itu hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup surabaya  Drs, Eko Agus Supiadi, MM serta beberapa jajaran DKRTH yang turut membuka kegiatan ini.
“saya berharap kegiatan ini akan berlanjut dan tidak hanya menjadi sebuah seremonial saja, namun kegiatan ini agar menjadi pelopor bagi semua lapisan masyarakat untuk ikut peduli dengan lingkungnya, dan tercipta yang bersih dan sehat” ungkap lana sebagai salah satu peserta.
Kegiatan yang di haraokan akan berkelanjutan ini, akan tetap di lakukan dimana para peserta dan panitia berkomitmen bersama untuk menggelar Aksi lanjutan didaerahnya masing-masing sebagai aplikasi nyata dari pasca pelatihan ini. (kiki/red)