Pemilik Kedai Di Botolakha-Nias Utara di Lapor Polisi

oleh -344 views
Foto: ilustrasi

Nias Utara, Rakyat Jelata – lbu-ibu rumah tangga RT IX RW III Dusun I  Desa Botolakha Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Merasa resah dan menderita akibat penghasilan suami mereka ludes di kedai diduga beraktifitas ilegal. Sejumlah ibu rumah tangga melaporkan kedai milik SW kepada Kapolres Nias, meminta agar kedai SW ditertibkan atau ditutup.

Sesuai surat laporan pengaduan masyarakat kepada Kapolres Nias, masyarakat menyampaikan bahwa kedai milik SW berkedok menjual kerupuk yang dikelola sendiri oleh SW yang sering menggunakan pakaian transparan dan baju tidur untuk menarik perhatian pelanggan, kerap memicu keributan karena menyediakan minumam keras jenis tuak suling nias dan tuak mentah.

Kedai SW juga kerap digunakan sebagai tempat diduga perjudian; seperti main leng, domino batu dan kiu-kiu. Aktifitas diduga perjudian ini hampir tiap hari dilakukan, terlebih pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu yang bertepatan para nelayan pulang dari menangkap ikan selama 4-5 hari dilaut.

Setelah hasil tangkapan ikan dijual, para nelayan tidak langsung pulang kerumah melainkan langsung singgah di kedai milik SW untuk minum tuak dan berjudi, sehingga penghasilan yang didapatkan, tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.

Selanjutnya dalam surat tersebut, masyarakat menjelaskan bahwa kedai milik SW yang selama ini beroperasi, terkesan luput dari pengawasan pihak aparat penegak hukum, dan jika terjadi keributan di kedai SW, SW berusaha membuat laporan ke polisi, sehingga ujung-ujungnya SW dan suaminya menggiring kearah perdamaian dengan meminta biaya perdamaian hingga 100 juta rupiah.

Kemudian, masyarakat juga melaporkan pemilik dan pengunjung kedai SW yang mengabaikan protokol kesehatan, dan mengizinkan orang luar datang dengan bebas. Sehingga, seseorang berinisial MAH warga asal Kabupaten Nias Selatan yang mengaku berprofesi Pengacara diduga sering mendatangi kedai SW dan masyarakat sangat khawatir terhadap MAH karena diduga sering keluar daerah pulau nias. Masyarakat meminta kepada MAH agar ketika berkunjung di kedai SW melaporkan diri kepada pemerintahan desa setempat dan menunjukkan tes swab, demikian isi laporan pengaduan masyarakat yang dikutip wartawan, (13/10).

Dikonfirmasi kepada pihak Polres Nias melalui Paur Subbag Humas, Aiptu Yanser Hulu, mengakui jika laporan dari masyarakat Botolakha tersebut telah diterima.

“Sudah kita terima, dan akan ditindak lanjuti” ujarnya singkat.

Sementara, SW yang dikonfirmasi wartawan via seluler, tidak mengakui jika kedai miliknya ada yang bermain judi.

“Tidak ada yang main judi di kedai kami, silahkan di cek” kata SW. (aza)