Paspampres Dan POL PP Halangi Aspirasi Korban Petobo.

oleh -1,166 views

PETOBO, Rakyatjelata.com – Ahad/Minggu, 11/11/2018. Minggu siang jam 13.30, Korban Likuifaksi Petobo di Camp Pengungsi Warga Petobo (perempatan Petobo Atas) diwakili oleh sejumlah warga korban, gelar aksi bentang spanduk bertuliskan “Pak Wapres, Kami Butuh Air, Air, Air…!”
Aksi sederhana ini sengaja tanpa toa (pengeras suara), karena memang hanya sekedar ingin bentangkan spanduk agar dapat dibaca oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sedang kunjungan kerja meninjau HUNTARA di Sigi dan Petobo-Palu.
Puluhan warga korban yang sedari pagi bersiap menunggu Wapres di Pengungsian, diminta oleh Paspampres untuk tutup spanduk dengan argumentasi bahwa bentangkan spanduk, tidak sesuai SOP Kunjungan Kerja Wapres.

warga saat sampaikan aspirasi, paspampres halangi.

Diketahui, sejak bencana 28 September 2018, hingga kini, 11 Nopember 2018, jumlah pengungsi warga Petobo yg selamat dari gulungan likuifaksi di Camp Petobo Atas sedikitnya 3.011 jiwa, sangat kekurangan pemenuhan kebutuhan air bersih.
Sistem supplay air bersih dari tangki2 ke tandon warga, berlangsung selama ini, menyisakan berbagai masalah baru, selain penyakit dan problem sosial bawaan. Problem sosial bawaan dimaksud, karena camp2 pengungsi tidak semua miliki tandon. Kecemburuan antar warga jadi masalah baru. Tangki yang aktif supplay, selain PMI (14 ret rata2 per hari), Damkar dan sejumlah Relawan. Saat masa Tanggap Darurat memang cukup memadai, karena banyak supplay dan jumlah pengungsi belum lebih 1.500 jiwa. Hari ke hari sejak Tanggap Darurat dicabut 16 Oktober 2018, Camp Petobo Atas ini dihuni berbondong2 warga Petobo yg sebelumnya mengungsi di berbagai tempat lain seputar Kota Palu dan Loru Sigi.
Aksi Bentangkan Spanduk yg dilakukan oleh “Forum Warga Korban Likuifaksi Petobo” tadi, justru di tutupi oleh barikade puluhan intel dan Pol PP.
“Lipat paksa spanduk nya…!” Demikian hardik salah satu Paspampres. Seketika seorang pakaian sipil (intel) memaksa warga yang pegang spanduk, namun warga bertahan dan tetap bentangkan spanduk.
Walhasil, saking enggannya redaksi spanduk dibaca Wapres, puluhan Intel dan Pol PP ini lalu barikade dengan cara berjejer depan Spanduk yang di pegang warga, dengan berdiri berbaris ketat tidak beri celah sejengkal pun agar SPANDUK ditutupi oleh barisan badannya.
Atas sikap anti-aspirasi yang dipertontonkan Aparat Sipil (Pol PP) dan sejumlah intel ini, Forum Warga Korban Likuifaksi Petobo sampaikan sikap :
1. Mendesak Pemerintah/Pemda laksanakan kewajibannya terhadap kebutuhan pokok warga khususnya pemenuhan AIR BERSIH.
2. Menolak pelaksanaan proyek Air Bersih dengan metode sumur bor, yang saat ini sedang dilaksanakan, kecuali Pemerintah segera menyampaikan rekomendasi ilmiah dari Otoritas Geologi bahwa dengan Sumur Suntik/Sumur Bor, tidak berdampak bagi kerentanan gempa di masa depan. Warga butuh layanan informasi ilmiah yg memadai, dan wajib dilakukan Pemerintah.
3. Menyesalkan dan meminta Pimpinan Paspamres dan Kaban Pol PP Kota Palu, untuk beri penjelasan, SOP mana yg dimaksud bahwa SPANDUK tak bisa dipasang di titik kunjungan kerja Kepresidenan. Seharusnya telisik pada isi spanduk, bukan benda nya. Isi spanduk yg dibentangkan warga hanya soal satu aspirasi pokok yang terkait hajat hidup orang banyak.
Petobo, 11 Nopember 2018
FORUM WARGA KORBAN LIKUIFAKSI PETOBO
Yahdi Basma (Ketua)
Moh. Rino (Sekretaris).

No More Posts Available.

No more pages to load.