Padepokan Judi di Sidoarjo Tamat Riwayatnya.

oleh -956 views
SIDOARJO, rakyatjelata.com – Praktek arena judi sabung ayam dan cap jie kie serta judi
dadu yang selama ini beroperasi selama tiga tahun ini terkesan kebal hukum. kegiatan yang selama itu tidak pernah tersentuh tangan aparat membuat resah sebagian warga. setelah mendapatkan laporan dari warga, akhirnya lokasi yang bergelut dalam dunia hitam ini di grebek Satuan Sabhara. kali ini tindakan tegas yang di lakukan oleh personel Polres Sidoarjo ini menghapus prasangka yang timbul selama ini.
Arena Judi Sabung ayam di Dusun Kendal Desa Pangkemiri RT 3
RW 1 Kecamatan Tulangan Sidoarjo yang sangat santer diketahui oleh masyarkat hampir tidak tersentuh aparat kepolisian baik Polda Jatim maupun Sat Reskrim Polresta Sidoarjo. kini lokasi yang telah di grebek Sat Sabhara Polresta Sidoarjo menjadi lumpuh saat ini.
Sabtu, (1/9/18)
Dalam kesempatan ini Ipda Rudi Setiawan menjelskan sedikit informasi kepada awak media, yang terlibat dalam giat ini adalah Sebanyak 71 personel dari Sat Sabhara Polresta Sidoarjo yang diterjunkan dalam operasi cipta kondisi Semeru 2018 (Operasi Senyap) ” dalam penggerebekan kali ini kami berhasil mengamankan 11 ayam jago tarungan, 35
pelaku dan 150 an sepeda motor yang ditinggalkan
pemiliknya saat adanya penggerebekan,” ujar Ipda Rudi Setiawan selaku PS Kanit Obvit. Sabtu Malam (1/9).
‘’Pelaku berhasil ditangkap oleh petugas Sabahara Polresta Sidoarjo berhasil kita lumpuhkan dan sebagian lari, dan lainnya mereka berada di lokasi parkiran rumah warga yang berbeda-beda’’ imbuhnya.
Ipda Rudi Setiawan PS Kanit Obvit juga menuturkan ‘’memang kami
mengendalikan anggota Sat Sabhara dengan tidak diketahui seluruh
anggota, dikhawatirkan ada kebocoran. Dari polda tidak ada ,dari reskrim
juga tidak ada hanya Iptu Anam Kanit Turjawali untuk mengamankan
barang bukti. Atas pelaksanaan Operasi Cipkon kedua 2018 dan informasi
dari warga dengar-dengar ada yang membekingi dan ini sudah kita
survey (investigasi) di duga adanya keterlibatan dari unsur TNI, kalau yang dari Polri saat ini telah pensiun yang sekaligus menjadi jadi tuan rumah lokasi arena judi. dari hasil pemeriksaan, mantan Polisi yang terlibat tersebut berinisial HM.
kalimat yang sering muncul dari masyarakat selama ini, ’’Polda saja tidak berani menggerebek, apalagi kelasnya Polres atau Polsek,” kutipan dari kalimat yang di sampaikan oleh warga tersebut
di sampaikan langsung oleh warga yang kerap kali mendengar ucapan itu dari mulut pelaku judi yang ada di lokasi.
Hal ini di sampaikan oleh warga  kepada  wartawan dan anggota Sabhara yang ikut menggerebek saat itu agar menjadi wacana bahwa saat ini tidak ada yang kebal hukum. apabila setiap masyarakat melakukan pelanggaran hukum pasti akan terkena sanksi secara Undang Undang yang berlaku.
Tak hanya itu, ternyata warga juga ada yang kontra maupun tidak, “Memang ada yang pro dan kontra, bagi warga yang kontra mau melaporkan hal ini tidak berani, dia merasa tidak punya kekuatan untuk melakukan itu, dan kondisinya juga tidak ada pendukung yang mau membantu,” pungkas Rudi selaku PS Kanit Obvit.
Tutup Rudi, “kami melakukan penyusupan di kalangan, setelah dirasa cukup dan ada
oknum saat pelaksanaan baru kami lakukan action, tetapi mereka cerdik juga, setiap kali ada kegiatan, misalkan anggota Polrest melaksanakan pengamanan event bola, mereka buka sabung ayam dan perjudian lain secara besar-besaran. tetapi hari ini Alhamdulillah kita berhasil membongkar praktek yang selama ini tersembunyi sudah terkuak. dan kami bersyukur saat berniat melakukan penggerebekan tidak sampai bocor,” pungkas Rudi.
Sementara Wakasat Sabhara AKP. Slamet Hariyanto mengatakan “Sepeda motor tersebut diduga
ditinggalkan pemiliknya saat digerebek,” terangnya.
Setelah ini puluhan pelaku akan dimintai keterangan. Barang bukti akan dilakukan pendataan lebih lanjut dan diamankan di Polresta Sidoarjo.
“Jika ada unsur pelanggaran pidana, akan kami limpahkan ke unit Reskrim Polresta Sidoarjo untuk proses lebih jauh, arena judi ayam ini disinyalir milik oknum Purnawirawan Polri yang membekingi tempat itu, Dalam arena judi tersebut diketahui ada perputaran uang hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, acara perjudian ini sering dilakukan” terang Wakasat Sabhara.
Slamet juga menjelaskan, “awalnya petugas mendapatkan laporan dari warga. Penduduk mengeluhkan aktifitas pelanggaran hukum itu. Sebab sudah lima tahun tidak pernah ditindak sama sekali.Pengelola pernah sesumbar ke warga bahwa mereka tidak akan ditangkap,” ucap Slamet.
Sementara warga yang mengetahui akan kejadian itu mengatakan kepada awak media,  “perjudian ini sudah lama, hampir tiga tahun buka judi
sabung ayam dan lainnya. Siang malam HF menggelar kegiatan seperti itu, untuk itu saya
khususnya dan warga yang tidak senang terhadap aktifitas tersebut
sangat mengapresiasi langkah dari jajaran Sat Sabhara dan
berharap Polresta Sidoarjo memberi tindakan hukum agar tidak terjadi
lagi aktifitas seperti ini, Kepada Sat Reskrim kami berharap memproses
penyakit masyarakat ini karena sekampung sudah tahu kalau itu sudah
lama, namun sekali lagi saya apresiatif dan salut kepada jajaran Sat Sabhara.” tutur salah satu warga yang tidak mau namanya disebutkan. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.