Omset Pedagang Unggas Keputran Turun 10 Persen, Pemkot Tak Hiraukan.

oleh -948 views
SURABAYA, Rakyatjelata.com — Entah mana yang benar, Terkait pembongkaran pedagang keputran kini berbuntut panjang dengan adanya pelaporan kepada Ketua DPRD Surabaya Armuji. Pasalnya pihak warga panjang jiwo dan pedagang keputran tidak menemukan solusi terbaik. bahkan sekelas Armuji pun tidak di gubris oleh Satpol PP yang hendak menertibkan lokasi tersebut. pedagang yang tadinya menghasilkan 4 ton perhari saat ini turun drastis hingga 10 persen. jadi omset pedagang tinggal 3 ton 6 kwintal.
Minggu (21/10/18)
Belum mendapatkan keputusan yang jelas, dalam agenda hearing saat itu dipertemukannya antara pedagang Keputran dan warga Panjang Jiwo beserta Bappeko, DLH, Cipta Karya, Dinas ketahanan pangan dan pertanian, Dinas perdagangan, bagian administrasi pemerintahan dan otonomi daerah, Dirut PD Surya, Bawas PD Pasar Surya, Camat Tenggilis Mejoyo, Lurah Panjang Jiwo, ketua LPMK, kelurahan Panjang Jiwo, ketua LPMK kelurahan Tenggilis Mejoyo, ketua rw 1 sampai 4 di kelurahan Panjang Jiwo, ketua rt 1 sampai 7, kelurahan Panjang Jiwo, perwakilan pedagang unggas. Namun dalam hal ini Bappeko, Satpol PP kota, dan PD Pasar hanya dihadiri oleh perwakilan sehingga tidak ada titik temu ataupun solusi bagi pedagang unggas. Jum’at, (19/10/18) hearing di ruang rapat komisi A.
Menurut keterangan dari pedagang, H Juta saat di temui Rakyatjelata.com mengatakan, ” sekarang cara bongkar ayam masuk ke pasar melalui sistem manual, dengan cara di bawa satu persatu masuk ke dalam stand pasar. sedangak. cara ini berakibat macet, untuk itu saya berharap bisa di kembalikan seperti semula saja, supaya lalu lintas gak macet”. ucapnya.
Adapun dari hasil hearing kali ini Ketua DPRD Surabaya Armuji memutuskan supaya warga Panjang jiwo tetap menolak pemindahan pedagang unggas keputran dan untuk pedagang agar tetap membuka kegiatannya di tempat semula.
” Ini sudah ngawur, pedagang unggas keputran ini sudah lama melakukan aktivitas nya disitu mulai tahun 1970 hingga sekarang, namun anehnya sekarang mau dipindah ke panjang jiwo. Wajar kalau warga sana gak mau, Coba pedagang unggas di pindah ke rumah saya, pasti saya usir.” Tutur Armuji.
Di lokasi para pengusaha pemotongan unggas, para pedagang tetap merasa kecewa dengan kebijakan PD pasar dan Pemkot Surabaya. kekecewaan mereka terhadapĀ  Walikota semakin mengakar dengan melihat kenyataan bahwa Walikota yang tadinya Pro ke rakyat, kini sudah tidak lagi menunjukan pembelaannya kepada rakyat lagi. hal ini tentu membuat kebakaran jenggot beberapa politisi PartaiĀ  yang berlambang banteng bermoncong putih. belum lagi dengan banyaknya persoalan lainnya. (Kiki/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.