Mengenal ESCORT AMBULANCE di Surabaya dan Komunitas Penghalau Kemacetan Lalu Lintas

oleh -2.773 views

SURABAYA,Rakyat Jelata – Ketika Kita mendengar kata kata escort, pasti penilaian banyak orang ada yang miring dan menjurus ke hal hal yang lain.

Kali ini, escort nya beda. Yang di temani atau di kawal adalah ambulance saat mengangkut pasien darurat dan rujukan.

Di Surabaya ada beberapa komunitas escort yang bisa kita ambil contoh yaitu SEAS (Satuan Escort Ambulance Surabaya) dan RPAI (Relawan Patwal Ambulance Indonesia) ,kedua komunitas ini mempunyai misi yang sama ,dalam hal itu semua anggota adalah relawan yang membantu pengawalan perjalan Ambulance rujukan dari Rumah Sakit luar kota menuju Rumah Sakit tempat rujukan.

Secara prinsip,anggota Seas dan RPAI mempunyai tujuan yang sama,contoh misal perjalanan ambulance yang membawa pasien rujukan dari rumah sakit daerah dan masuk ke rumah sakit Propinsi yaitu Rumah Sakit Umum Dr Soetomo Surabaya saat Ambulance pengangkut pasien sudah mendekati arah perbatasan kota Surabaya,Komunitas tersebut sudah mempersiapkan diri untuk mengawal serta memberikan jalan bagi Ambulance tersebut.

Ahmad Zaky Jati Rahmadi yang di temui di RSUD Dr Soetomo Surabaya oleh awak media selaku Korlap Seas menjelaskan,”jadi saat rekan anggota Seas sebelum mengawal ambulance rujukan, kita berkordinasi dengan driver ambulance yang mau di kawal,titik pertemuan pengawalan untuk ambulance yang datang dari luar kota Surabaya di tentukan dari hasil kordinasi dengan driver Ambulance melalu alat komunikasi handphone selular,”jelasnya.

Ada beberapa titik pertemuan ambulance rujukan yang dari rumah sakit luar kota,antara lain yaitu di beberapa pintu tol yang mengarah ke Surabaya,contohnya pintu tol Waru,pintu tol Gunungsari,pintu tol Satelit dan beberapa pintu tol lainnya,”ungkapnya.

Juga datangnya ambulance pembawa pasien dari luar kota di tentukan waktu estimasi untuk pertemuan saat mengawal dari driver ambulan itu sendiri,sehingga waktu dan tempat yang di tentukan akan tepat pada saat bertemu untuk meneruskan perjalanan dalam pengawalan menuju rumah sakit yang di tuju,seperti RSUD Dr Soetomo,dan rumah sakit lainnya di wilayah kota Surabaya,itu tergantung permintaan keluarga pasien melalui driver ambulance tersebut.

Seas sendiri dalam melaksanakan atau melakukan tugas ini sudah berjalan hampir setahun,berdiri sejak tanggal 1 Januari 2018.

Untuk menggunakan jasa pengawalan,menurut Ahmad Zaky, driver ambulance yang mengangkut pasien rujukan tidak perlu membayar artinya gratis,karena kita menjalankan tugas ini semata hanyalah panggilan hati,tulus serta ikhlas menjalankannya,”ungkapnya.

Di samping itu, selain Seas ada komunitas yang menamakan dirinya juga sebagai pengawal ambulance pembawa pasien rujukan dari luar kota menuju rumah sakit Surabaya,yaitu RPAI (Relawan Patwal Ambulance Indonesia) yang di koordinatori oleh Zidan, tugas dan misi juga sama ,selaku koordinator,dan bertugas sesuai dengan permintaan driver ambulance saat menemui di titik temu.

Pengalaman yang di dapat dari kedua Komunitas anggota Relawan Pengawal Ambulance ,yaitu menyenangkan,puas melakukan kegiatan tanpa pamrih ini dan setia kepada orang orang yang meminta bantuan kepada komunitas kita,”pungkasnya.
(DW,sAm,kkh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *