Mencuat : Ratusan Juta Temuan Inspektorat Tidak Disetorkan, Pjs Kades Air Betung Bakal Tersandung Hukum ?

oleh -609 views

KERINCI-JAMBI, rakyatjelata.com,– Berita tentang dugaan penyimpangan dana desa di Desa Air Betung Kecamatan Gunung Kerinci Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi kini mulai mencuat ke tengah masyarakat.

Sebagaimana dilangsir media online siasatinfo.co.id edisi 24/5/2021, diberitakan, temuan Inspektorat Kabupaten Kerinci senilai lebih kurang Rp. 250 Juta atas penggunaan Dana Desa Air Betung tahun 2019- 2020 belum dikembalikan/ disetorkan oleh Penjabat (Pjs) Kepala Desa Air Betung yang menjabat saat itu. Padahal, batas akhir penyetoran dana temuan telah berakhir alias telah melewati masa tenggang hingga 2020 yang lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Inspektorat (Inspektur) Kabupaten Kerinci, Zufran S.H M.Si, melalui melalui sekretaris Inspektorat, Rakani, saat dikonfirmasi rakyatjelata.com, Senin (7/6) diruang kerjanya, mengakui bahwa untuk tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan (LHP) terkait penggunaan dana desa 2019 di Kabupaten Kerinci memang telah melewati batas masa tenggang untuk penyetoran temuan sebagaimana dimaksud.

“Ya, itu udah lama berakhir, untuk yang tahun 2019 memang telah melewati batas akhir penyetoran temuan, di Kerinci ada sembilan desa yang bermasalah, yang tidak menyetorkan temuan tersebut” ungkap Rakani.

Lebih lanjut, ketika ditanya apa tindakan selanjutnya terkait desa- desa yang tidak menyetorkan temuan berdasarkan hasil pemeriksaan inspektorat hingga batas akhir masa tenggang tersebut, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Kerinci ini secara lantang mengatakan,”Wewenang kami hanya sebatas itu, selanjutnya sudah menjadi wewenang aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti” ujar Rakani.

Dengan demikian, kasus ini akan menjadi persoalan hukum yang dapat menjerat pelakunya hingga ke jeruji besi, jika terbukti. Yangmana, tidak disetorkannya ‘temuan’ berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Kerinci tersebut hingga batas akhir waktu yang ditentukan (masa tenggang) ke kas desa yangbersangkutan, maka telah terdapat kerugian negara di dalamnya, dan hal tersebut merupakan salah satu bentuk tindak pidana korupsi yang dapat menjerat pelakunya secara hukum.

Diketahui, pada tahun 2019 hingga awal tahun 2020 lalu, yang menjabat sebagai Penjabat (Pjs) Kepala Desa Air Betung Kecamatan Gunung Kerinci saat itu yakni Johan Idru S.Pd, yang notabene merupakan salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sedang menjabat sebagai Kepala SMPN 28 Kerinci saat itu.

Dan kini, Johan Idru ‘nambuh lagi’ menjadi Pjs kades di desa tetangganya, yakni Desa Sungai Betung Hilir setelah berhasil ‘melengserkan’ Pjs sebelumnya Fitriyanti.

Sementara itu, mengetahui informasi tentang adanya dugaan penyimpangan dana desa, serta adanya temuan Inspektorat yang tidak disetorkan oleh kepala desa maupun Pjs kepala desa di sejumlah desa di Kerinci, salah seorang aktifis LSM di Kabupaten Kerinci, Sandra Chaniago angkat bicara.

Kepada rakyatjelata.com, (8/6), Sandra mengatakan, dirinya bersama rekan- rekan aktifis LSM di Kabupaten Kerinci tidak akan tinggal diam terkait adanya dugaan penyimpangan dana desa di sejumlah desa di Kabupaten Kerinci, termasuk Desa Air Betung yang saat ini informasinya mulai mencuat ke tengah masyarakat.

“Tentusaja kita tidak akan tinggal diam, kita akan segera melaporkan dan mendesak pihak penegak hukum untuk segera bertindak” ujar Sandra. (red)