Mencari Ludruk Di Dalam Kotak

oleh -1,146 views

SURABAYA, rakyatjelata.com, ” bekupon omahe doro, melu nippon tambah soro” parikan khas sang maestro ludruk yang kini namanya menjadi penanda sebuah gedung kesenian yang ada di jalan genteng kali surabaya, siapa lagi kalau bukan cak durasim. membaca potongan kalimat tersebut khas sekali aroma perlawanan terhadap penjajah pada saat itu.

Ludruk adalah kesenian khas jawa timur yang memiliki warna berbeda, baik dari malang, jombang atau surabaya, pada era 80 an begitu akrab di telinga generasi pada zamannya. kid zaman now ” kurang begitu akrab dengan ludruk”. kesenian yang kental dengan kehidupan wong cilik ini semakin lama semakin berkurang peminatnya. kondisi tersebut ditangkap oleh TVRI Jawa Timur untuk mengambil tindakan penyelamatan.

Pertunjukan Kesenian Ludruk di halaman Universitas Wijaya Putra Surabaya ( doc foto. Kiki/red )

Media elektronik satu satunya milik pemerintah ini bekerja sama dengan media online rakyatjelata.com menyelenggarakan pertunjukan ludruk di halaman kampus Universitas Wijaya Putra Wiyung Surabaya. kurangnya animo masyarakat terhadap kesenian tradisional ini, menjadikan TVRI Jawa Timur memiliki hasrat untuk mengakomodir pelaku pelaku kesenian ludruk.

menurut cak suladi, salah satu pemain ludruk ini menuturkan kegelisahannya, menurutnya zaman sak iki kesenian ludruk sangat memprihatinkan, ceker ceker dewe, nek salah dipaido, Dewan Kesenian hampir tidak pernah memperhatikan kelangsungan hidup kesenian tradisional.

rakyatjelata.com menjadi mediator pelaku kesenian tradisional dengan TVRI Jawa Timur untuk melakukan proses kerja bareng dengan melakukan pertunjukan keliling di kampus kampus dan bahkan di sekolah sekolah. sebagai upaya melestarikan kesenian ludruk kepada generasi jaman now. (kiki/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.