Menanam Mangrove, Pulihkan Kelestarian Lingkungan Saat Insiden YYA

oleh -195 views
Foto : Persemaian batang mangrove di lahan konservasi mangrove pantai tangkolak

KARAWANG,Rakyat Jelata.com Sungguh sebuah ironi, ketika alam yang selama ini memberikan makan bagi umat manusia, akan berkurang. Bahkan habis tak bersisa. Lalu kemana lagi manusia akan melangsungkan kehidupan, jika tak ada lagi sumber daya alam yang bisa digali?

Maka harus ada kesadaran kita untuk menjaga lingkungan, tidak mengeruk sumber daya alam dengan serakah dan ingat untuk memberikan warisan bagi anak cucu. Agar kelak mereka juga bisa menikmati sumber daya alam dan manfaat yang dihasilkan oleh alam.

Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) tidak langsung hengkang dari Karawang. PHE ONWJ akan bertanggungjawab atas insiden kebocoran pipa minyak YYA-1 pada 12 Juli lalu. Selain pembayaran konpensasi kepada warga yang masih terus berlangsung, PHE juga berjanji akan memulihkan lingkungan yang terdampak akibat tumpahan minyak yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan.

Foto : Lokasi penanaman mangrove di pantai tangkolak

Desa sukakerta kecamatan cilamaya kulon .Rencana penanaman pohon mangrove bersama ratusan relawan lainnya.karena kades sukakerta buhori sudah menyiapkan benih mangrove sebayak 50 ribu benih mangrove yang siap untuk ditanam
Beberapa orang dewasa, para pemuda dan anak-anak berbaur, bahu membahu, menghijaukan pantai yang ada di lokasi. Tujuannya membuat kawasan hijau di tepi pantai Tangkolak, agar tak tergerus oleh abrasi, melindungi dari gelombang tinggi yang sewaktu-waktu bisa mengancam, juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar dengan tambahan penghasilan.

Beberapa relawan Komunitas Lindungi Hutan yang kebetulan binaan dari kementerian perikanan dan kelautan ditempat konservasi mangrove dipantai tangkolak,bekerja sama dengan Pemerintah kabupaten karawang giat melakukan pelatihan persemaian benih mangrove.

Foto : Hutan magrove pantai tangkolak

Dengan gerakan Hastag Siap Darling (Siap Sadar Lingkungan), komunitas Lindungi Hutan mengajak para relawan untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan langkah nyata dan donasi.

Mengapa Harus Menanam Mangrove?
Ketika dunia bergerak semakin cepat, pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi yang tak lagi mampu dibendung. Dalam perjalanannya yang panjang, semangat eksploitasi alam dilakukan secara berlebihan. Alam dikeruk untuk kepuasan manusia. Didukung dengan budaya kapitalis dan konsumerisme yang semakin berkembang dan membuncah, membuat sebagian manusia lupa akan keseimbangan alam. Juga keberadaan masa depan anak cucu mereka kelak.
Pada akhirnya eksplotasi alam yang berlebihan akan menimbulkan banyak masalah, yang akan dikembalikan kepada umat manusia itu sendiri. Masalah sampah, polusi, keberlangsungan alam yang tak lagi kondusif, perubahan musim dan cuaca, banyak bencana akibat alam yang berubah, menipisnya sumber daya alam, akan memberi dampak yang buruk pada kehidupan sekarang dan masa depan manusia di kemudian hari.

Di kawasan pantai di Tangkolak yang merupakan sabuk-sabuk pantai, beberapa lokasi hampir 70 persen dikuasai masyarakat. Selebihnya milik swasta. Padahal seperti kita ketahui bahwa kawasan pantai haruslah merupakan ruang publik. Bukan merupakan kawasan privat yang tidak boleh dijamah oleh orang lain.

Bila saja mereka memanfaatkan lahan mereka dengan bijaksana, tidak merusak dan merugikan lingkungan, menjaga tata ruang hijau kawasaan pantai, maka hal itu tidak akan menjadi masalah. Bahkan harus didukung.

Yang ditakutkan adalah, mereka (pemilik lahan) memperlakukan pantai tidak sesuai tata ruang yang seharusnya. Sehingga akan merugikan lingkungan sekitar. Dampaknya, keseimbangan alam sekitar menjadi terganggu. Pantai menjadi tidak terlindungi. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bencana seperti misalnya tsunami atau gelombang tinggi, akan membahayakan penduduk sekitar pantai.

Kawasan pantai mengalami abrasi, penyusutan lahan dan hilangnya daratan akibat tingginya air laut yang semakin maju ke daratan.

Untuk itulah, dengan menanam pohon mangrove di sabuk-sabuk pantai, diharapkan akan mengurangi bencana yang dihasilkan dari gelombang tinggi.

Mangrove bisa menahan gelombang untuk masuk jauh ke daratan, hingga kembali ke lautan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *