Luar Biasa ! Drainase Desa Simpang Tutup ‘Terlihat Mulus’ dari Luar

oleh -176 views

KERINCI-JAMBI, rakyatjelata.com,– Dana Desa (DD) yang turun ke desa- desa memang selalu menjadi perbincangan masyarakat akhir- akhir ini.
Betapa tidak, berbagai cara dan gaya dilakukan para Kepala Desa (Kades) dalam mengelola dan melaksanakan anggaran dana tersebut. Dan yang paling banyak diperbincangkan ialah tentang para oknum kades yang telah kelewatan mengeruk keuntungan dari pembangunan yang bersumber dari dana desa yang diduga melalukan penyimpangan.

Tak tanggung- tanggung, kebanyakan para oknum kades di Kerinci seolah mengaja mengumbar kekayaannya semenjak menjadi kades. Membeli mobil mewah, rumah mewah, serta tanah, kebun, dan aset lainnya agaknya sudah menjadi tren para oknum kades saat ini tanpa memperhatikan keluhan masyarakatnya.

Salah satu desa yang sempat terpantau oleh media rakyatjelata.com akhir- akhir ini ialah di Desa Simpang Tutup Kecamatan Gunung Kerinci. Terlihat pembangunan drainase (saluran) di pinggir jalan utama Desa Simpang Tutup sekilas memang terlihat mulus tampak dari luar dan dari kejauhan, sehingga terkesan bagus.

Padahal, pada kenyataannya diketahui telah terjadi aksi percurian volume yang tentusaja tidak sedikit. Diduga, disepanjang bangunan drainase telah dilakukan pencurian volume mulai dari bagian bawah, namun sampai di atas terlihat cukup dan bahkan mulus.
“Kito lihat ini mulus dari luar, tapi di dalamnyo kito dak tau” ujar salah seorang warga.

Berdasarkan pantauan media ini di lapangan, terlihat pelaksana sengaja menggunakan batu- batu berukuran kecil agar bisa masuk di dalam mal (bekisting) dan bertumpu pada tanah dibelakangnya. Dengan demikian, material batu akan jauh lebih hemat, begitu juga dengan pasir dan semen.
Dengan itu, jelas saja keuntungan yang didapatkan akan jauh lebih besar, meskipun kualitas dan daya tahannya tidak terjamin dan bahkan meragukan.
Demikian juga dengan lantai drainase tidak menggunakan batu, melainkan langsung dicor saja dan ketebalannya pun diduga tidak sesuai dengan semestinya.

Masyarakat meminta, aparat penegak hukum agar dapat melakukan investigasi terkait pembangunan dana desa Simpang Tutup, sehingga uang negara tersebut dapat dipertanggungjawabkan. (red)