Limbah B3 Jenis “FABA” di Buang Bebas

oleh -529 views

GERSIK, Rakyatjelata – Pembuangan Limbah di area padat penduduk sudah sering terjadi, apalagi terdapat di wilayah yang terbuka luas. Pelanggaran hal serupa masih terdapat di beberapa lokasi seperti yang terjadi di Kabupaten Gersik beberapa waktu lalu.
Dari Penelusuran awak media, telah menemukan sebuah lahan yang dijadikan tempat penimbunan Limbah B3, lahan kosong ini dijadikan tempat pembuangan limbah B3 “FABA”.

Menurut keterangan kepala Desa Kisik kecamatan Bungah – Gresik “lahan yang dibuangi limbah tersebut memang ikut wilayah Desa Kisik, tapi pengawasan kami tidak sampai kesana,Itu dulu pernah diprotes warga karena galian C nya terlalu dalam,Kami tidak tahu jika lahan tersebut sekarang dibuangi limbah B3.” ungkap kepala Desa Kisik.

Dari salah satu perangkat Desa mengatakan, “pada tahun 2018 memang ada orang yang datang kedesa Kisik untuk minta ijin membuang limbah B3 di lokasi tersebut, Dengan berjanji akan memberikan kontribusi ke Desa, waktu itu Kepdes saya hubungi beliau menolak tidak boleh ada pambuangan limbah B3 diwilayah Desa Kisik.” ungkap dari salah satu perangkat desa.

Dengan adanya temuan limbah B3 tersebut, pihak kepolisian resort polres gresik dengan cepat bergerak. Team Tipiter Polres Gresik turun ke lokasi yang dipimpin langsung oleh Kanit Igo fasar A bersama tiga anggotanya untuk melihat langsung adanya laporan terkait limbah B3 jenis Flay Ash Bootom Ash (FABA) yang dibuang secara liar dilahan terbuka. Igo Fasar A mengatakan “Terkait permasalahan limbah ini, Saya akan cari tau dulu, siapa pemilik lahan dan dari mana asal limbah ini. Kita fokus limbah yang baru ini saja” ungkapnya.

Dari bermacam-macam jenis limbah B3 yang dibuang di lokasi tersebut. Dari jarak sekitar 50 meter menimbulkan aroma sangat menyengat, tidak sedap.
Masih Igo menambahkan “K / B sudah kami panggil, dia mengatakan lahan itu bukan miliknya. Kami akan cari tau dulu siapa pemilik lahan tersebut. Saya akan datangi RT/RW setempat, jika perlu sampai ke Desa wilayah tempat limbah ini dibuang” jelas Kanit Tipiter Polres Gresik.

Dalam fakta dilapangan pagar pembatas tembok belakang milik K / B terbuka, diduga keluar masuknya truk pengangkut limbah B3 atau alat berat untuk mendorong limbah itu kedalam jurang.
Dengan adanya oknum transportir yang melegalkan segala cara dan lemahnya pengawasan terhadap penindakan dari pihak yang berwenang di wilayah Gresik, Sehingga dampak lingkungan tak terpikirkan. Seperti halnya ruang lahan kosong yang dibuangi limbah B3 Flay Ash Bootom Ash (FABA) Bahan Berbahaya dan Beracun. (Ki/Red)