kunjungan Bappenas bersama petani di Trenggalek

oleh -24 Dilihat

Trenggalek,Rakyatjelata.com
kunjungan Bappenas di Trenggalek dan Tulungagung untuk kunjungan lapangan panen padi di desa Ngadirejo Kabupaten Trenggalek dan di ikuti oleh petani. Kamis(03/02/2022).

Laksmi Prasvita – Head of Communications, Public Affairs, Science and Sustainability Bayer Indonesia memgatakan,bahwa program dari Bayer dalam program 4 juta, dengan tarjet membantu petani kecil di seluruh indonesia sampai tahun 2030.

“Dengan konsep membangun ekosistem pertanian di desa yang, kita dekatkan langsung ke petaninya yaitu,dengan pusatnya adalah membangun baterlaivcanter atau kios cerdas petani,” ungkapnya

Sebagai pusat informasi,pusat pelatihan juga pusat akses teknologi seperti input pertanian dan perbankan,asuransi dan offteacker atau pembeli,dan di dekatkan dalam satu pusat di kios cerdas petani.

“Adapun dengan tujuan ekosistem pertanian di desa itu, bisa hidup sedangkan hasilnya di desa Trenggalek sudah 8 ribu petani yang sudah bergabung di dalam baterlive canter” tegasnya

Sedangkan dengan adanya peningkatan ptoduktifitas pertanian dan adapun yang sudah bergabung di kios-kios pertanian ini, juga meningkatkan pendapatan dan omset penjualan dari kios-kios itu dan pengusaha tani desa di hidupkan kembali .

IR.Jarot indarto,PH.D.(kementrian PPN/Bappenas menambahkan,
ini melakukan kolaborasi dan dukungan dari program-program pemerintah sedangkan target utama,mengamankan kebutuhan pangan.

“Adapun di lapangan banyak kendala, terutama keinginan kita untuk tetap meningkatkan kesejahteraan petani dan dengan program-program ini diharapkan, tidak hanya produktifitasnya yang meningkat akan tetapi kesejahteraan petaninya bisa di angkat lebih baik,”tegasnya

Sedangkan problem utamanya yaitu,sekala usaha dan per kepala keluarga itu relatif kecil sehingga keluarga petani itu bisa berkelompok dan itu bisa meningkatkan sekala usaha itu sendiri.

“Adapun bisa membangun usaha, bisnis antara petani, dan kelompok tani dengan pihak pengolahan atau pihak pembeli dan pasar dan bisa lebih baik antara, harga di tingkat produsen,dengan tingkat pasar,”tuturnya

Sedangkan sebagian besar petani itu sendiri belum berkelompok, sehingga untuk menjalani kemitraan bisnis masih mengalami kendala, pengetahuan,kendala jaringan dan kendala keahlian.

“Adapun kendala masih relatif kecil, dan di harapkan dalam kelembagaan kelompok bisa menjalin kerjasama antar petani dan kelompok tani dengan pihak lain,”tutupnya (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.