Komisi III mengadakam rabat kerja bersama APBD

oleh -33 Dilihat

Trenggalek,Rakyat jelata.com
Komisi III DPRD mengadakan rapat yang pertama kali,setelah komisi III terbentuk kemarin. sedangkan itu rapat evaluasi yang pertama yaitu,rapat internal,dan yang kedua rapat dengan OPD di ruangan komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek Kamis (13/01/2022)

Ketua komisi III Pranoto mengatakan yang pertama dengan PUPR,dengan bagian pembangunan,dengan tujuan untuk mengawali kerja komisi III yang baru,dan tentunya banyak hal yang di sampaikan. oleh rekan-rekan saat terjadi pertemuan-pertemuan.

“Untuk yang di rasakan oleh rekan-rekan pengusahan yang membuat kue-kue di Kabupaten Trenggalek,
Di sisi lain, dengan setandar harga yang mungkin ada kejangalan,menurut rekan-rekan pengusaha, sejak mulai 2017-2022,”Ucapnya

Untuk saat ini ada kemunduran,dari sisi harga turun drastis,sedangkan dulu di tahun 2017 1 kubik pasangan itu,nilainya sekitar1.100 rupiah,dan mulai 2019 ,sampai sekarang menjadi nilainya sekitar 700 rupiah

“Sedangkan mengenai itu, tadi juga sudah di sampaikan ke dinas PUPR,dan beliau tidak bisa menyampaikan, karena harus bersama-sama membenai itu. sehingga nanti undangan lebih lanjut mengenai bagaimana persoalan itu bisa terurai,”tegas Pranoto

Dan sudah di bahas tadi rapat yang di sampaikan di Skors dulu sampai undangan selanjutnya,di karenakan OPD hari ini, yang di undang tidak hadir,karena memang komisi III,pendamping kita mengundanya sudah malam,dan itu yang menjadi faktor tidak hadirnya undangan di bagian pembangunan tadi.

“Adapun komisi III, nanti akan mengundang kembali,dan tentunya lebih awal, dikarenakan kalau setandar harga ini belum di sesuaikan,sedangkan ini tahapan pertama, rekan-rekan OPD melakukan proses perencanaan tahapan APBD tahun 2022,” ujarnya

Dan juga masih ada persoalan atau kendala di masing-masing OPD,sedangkan seluruh OPD di Trenggalek itu,standart harganya hampir sama,akan tetapi di berbagai OPD itu sendiri harganya tidak sama.

“Adapula informasi yang lebih lanjut nanti lembaga komisi,akan memangil,beberapa bagian yaitu,bagian hukum,Bakauda dan OPD.sehingga persoalan-persoalan jangan sampai berlarut-larut,” tuturnya

Dan adapun kendala kita belum tau,karena semua tadi belum hadir,sedangkan semua mengeluhkan itu dan itu yang menjadi persoalan,sedangkan disisi lain keadaan ekonomi saat ini tidak menentu sehingga harga-harga hari itu juga tidak menentu.

“Sedangkan Ramlan mengatakan di bulan Januari harga bersih masih 93 ribu rupiah,sedangkan di waktu perencanaan ,esekusi di bualan Juni harga bersih sudah mencapai 128 ribu rupiah,dan tidak sesuai di lapangan,” jelasnya

Dan itu menjadi kendala ketika survei di bulan Januari sedangkan esekusinya di bulan Juni,dan apa kah bisa merubah harga satuan itu,yang akan di bahas di bagian hukum.

Sedangkan misi kita,di fungsi pengawasan akan di laksanakan sesuai dengan agendan DPRD,dan akan di lakukan esekusi di lapangan, dikarenakan bentuk fungsi kita yang harus di lakukan.

“Pranoto berharap,kedepan kinerja kita, sesuai dengan kewajiban kita,dan fungsi kita akan laksanakan. dan sudah di samapikan di rapat tadi. kita ada perda NPWP lokal dan tentunya itu adalah semua sesuai dengan Perpres.

akan tetapi kita punya kearifan lokal kita,karena kita ada perda NPWP lokal,dan tentunya rekan-rekan yang ada di luar daerah itu,ketika mau mengerjakan APBD ,di Kabupaten Trenggalek,wajib membuat NPWP lokal.

“Sedangkan ini masih di proses oleh pansus,dan setelah pansus ini selesai ini wajib di laksanakan, dan aturan itu sudah jelas,”tutupnya (AG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.