Kolaborasi 3 Perguruan Tinggi Gelar Kuliah Tamu “Mengurus Kemajemukan dalam Bernegara”

oleh -100 Dilihat

Foto : Solahuddin Ismail, School of Goverment UUM saat menjadi moderator Kuliah Tamu


SURABAYA,rakyatjelata.com – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bekerjasama dengan Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Bandung, serta Universiti Utara Malaysia (UUM) menggelar Kuliah Tamu bertajuk “Mengurus Kemajemukan dalam Bernegara”. Kegiatan yang berlanmgsung secara daring melalui zoom meeting sebagai media pertemuan ini diikuti sekitar 200 peserta dari masing-masing perguruan tinggi. Selasa 6 Desember 2022

Hadir sebagai narasumber, Assoc. Prof. Amirul Mustofa, Wakil Rektor I Unitomo dan Prof. Endang Wiryatmi Trilestari, Guru Besar STIA LAN, serta dikawal langsung oleh Solahuddin Ismail, School of Goverment UUM sebagai moderator. Dalam paparannya, Prof. Endang menanamkan kepada peserta kuliah untuk bangga melayani bangsa. “Di era disrupsi saat ini, tentu menjada ideologi bangsa perlu ditanamkan ke generasi milenial. Jangan sampai ideologi luntur, terlebih nanti saat bekerja sebagai aparatur sipil negara, pun sebagai warga negara yang baik”, jelasnya.

Foto : Prof. Endang Wiryatmi Trilestari, Guru Besar STIA LAN Bandung saat menyampaikan materi

Prof. Endang menambahkan, nilai BerAKHLAK yang artinya Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmoni, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif harus menjadi prinsip. “Semuanya harus bersinergi agar negara yang majemuk ini bisa tetap terjaga utuh, dalam Kebhinekaan”, imbuhnya.

Foto : Assoc. Prof. Amirul Mustofa, Wakil Rektor I Unitomo dalam menyampaiakn materi di Kuliah Tamu

Sementara Assoc. Prof. Amirul Mustofa menjelaskan Indonesia merupakan salah satu negara besar dari dunia yang memiliki tingkat kemajemukan tertinggi di dunia, baik dari sisi etnis, agama, bahasa, maupun budaya secara umum. “Memelihara dan merawat kemajemukan menjadi keniscayaan dan isu utama dalam kehidupan bernegara bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan”, ujarnya.

Lebih lanjut, Amirul mengungkapkan Indonesia sangat kaya dengan keragaman agama dan spiritualitas. “Sepanjang sejarah kita hidup dalam harmoni, akan tetapi perlu kita ketahui bersama dalam beberapa dasawarsa terakhir ada gejala disharmoni karena globalisasi dan disrupsi. Oleh karena itu perlu rejuvenasi dan  revitalisasi harmoni dan kedamaian”, pungkasnya. ([email protected])

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.