kisah sejarah makam Mbah buyut Dinar generasi ke 4 dari pangeran Walangsungsang

oleh -2,537 views
BANGKALAN,rakyatjelata.com
Seluruh indonesia sudah pasti mengenal pulau yang bernama  madura, pulau yang memiliki ciri khas sebagai pulau garam tersebut sangatlah di kenal akan kekompakan akan umat muslim dan para ulama nya, di pulau ini begitu banyak sejarah-sejarah yang melekat hingga saat ini, seperti salah satu makam yang terletak tidak jauh dari arah jembatan suramadu, tepatnya di desa Beringin kec.Labang kab.Bangkalan madura.Senin 16/7/18
Makam tersebut sudah berada di daerah desa Beringin sejak dari masa kekuasaan Majapahit dan kerajaan Siliwangi, sampai saat ini makam tersebut di beri nama Mbah Buyut Dinar oleh warga setempat. sebab masih misteri tentang asal usul dan sejarah makam tersebut, hingga tersebar cerita dari sebagian warga membuat tim media tertarik untuk menelusuri kisah makam Mbah Buyut Dinar ini.
Di saat penelusuran Tim Misteri Media rakyatjelata.com tepat di lokasi makam ada penuturan salah satu warga bahwa ajaibnya makam tersebut tidak pernah basah walau hujan mengguyur di lokasi makam. dan di seluruh area Desa beringin. “
“Anehnya hanya makam saja yang kering mas walau hujan lebat di daerah sini meskipun lokasi makam tidak memiliki atap” Tutur salah seorang warga.
Tim Supranatural lalu bergegas mencari dan mengungkap makam  siapakah ini , kemudian salah satu tim supranatural melakukan ritual khusus agar mendapat sebuah jawaban tentang makam yang di bilang keramat tersebut, dengan seluruh kemampuan serta di iringi doa tim mencoba untuk menguak asal dari makam Mbah Buyut Dinar yang sebenarnya.
Menjelang beberapa menit kemudian, tokoh Supranatural yang bernama gus mahfud mendapatkan jawaban dan petunjuk tentanga adanya makam tersebut. dari petunjuknya, makam itu  sebenarnya adalah “Nyai Ageng Sukmawati Dewi” beliau adalah generasi ke 4 dari keturunan Pangeran Walangsungsang putra dari Prabu Siliwangi, beliau pergi meninggalkan kerajaan siliwangi pada tahun 1573 yang terletak di kawasan pasir putih daerah bogor jawa barat karena ada peperangan keluarga yang saat itu sedang memperebutkan kekuasaan kerajaan Siliwangi, beliau Nyai Ageng Sukmawati Dewi menghindar dari area kerajaan karena tidak ingin kekuasaan. akhirnya Nyai memilih untuk pergi dan hidup sendiri ke pulau seberang yaitu pulau madura.
Dengan membawa sebagian harta yang dimilikinya. Nyai membagikannya ke penduduk desa Beringin dan harta tersebut di gunakan untuk menyebarkan agama Islam di madura, beliau mengumpulkan seluruh penduduk untuk berdoa pada Sang Pencipta lalu membangun sebuah pendopo di wilayah desa Beringin.
Disaat pembangunan Pendopo yang masih belum terpasang atap tiba-tiba guntur serta awan gelap mengelilingi lokasi pembangunan bahwa pertanda hujan akan turun, lalu Nyai Ageng pun berkata
“Dengan izin Allah di sini tidak akan hujan” sabdanya.
Ajaibnya, hujan tersebut tidak mengguyur lokasi pembangunan Pendopo walauoun sekitar desa dan seluruhnya sudah basah di guyur hujan.
Area makam tersebut tetap kering walau tak beratap, sampai pada saat ini lokasi peninggalan serta makam beliau masih tetap kokoh walaupun tak beratap tapi hujan tidak pernah membasahi makam Mbah Buyut dinar ini. (team misteri/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.