Kekerasan Terhadap 4 Wartawan Di Cirebon Harus Di Usut Tuntas Oleh Pihak Hukum

oleh -979 views

CIREBON,rakyatjelata.com – Lagi lagi terjadi kekerasan terhadap awak media yang sedang melakukan tugas jurnalisnya, padahal sejatinya para kuli tinta ini di lindungi oleh UU pers No 40 tahun 1999, barang siapa yang menghalang halangi tugas wartawan bisa dijerat dengan pidana penjara atau denda.

UU pers ini sudah jelas dan gamblang tinggal bagaimana aparat penegak hukum menjalankan fungsinya dalam penegakan terhadap sebuah hukum jangan sampai pihak pihak hukum ini membiarkan para insan insan pers yang mendapatkan kekerasan baik fisik maupun non fisik di biarkan.

Seperti yang di alami 4 wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Cirebon mendapat kekerasan fisik dari oknum pegawai saat menjalankan tugasnya memantau pekerjaan pembangunan gapura di Desa Gegunung Kecamatan Sumber Cirebon Jawa Barat.
Anggaran rehabilitas Taman Makam Pahalawan tersebut dari Dinas Sosial Cirebon dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.178.500.000 yang dikejakan oleh CV INDOVERO.

Menurut muhidin, Saya ke lokasi berempat dengan rekan rekan media lain, dari patroli, jurnal pagi, dan rekan dari lintas indonesia, mendatangi lokasi proyek yang berada di Desa Gegunung yang dilokasikan untuk membuat gapura Makam Pahlawan.

Saya dan rekan-rekan menemui pihak pelaksananya untuk konfirmasi perihal kegiatan proyek, setelah bertemu dengan pihak pelaksana kami di bawa ke lokasi di samping balai desa Gegunung tepat jam 12:30  hari sabtu 19 mei 2018, setelah selesai konfirmasi dengan pihak pelaksana, kami berempat keluar dari gerbang balai desa, tiba tiba diserang oleh seseorang yang di duga sebagai mandor dengan membawa pekerja dan juga beberapa preman untuk menyerang kami.

Kondisi Motor Yang Jadi Sasaran ( Foto By Dede )

Lanjutnya, saya keluar dihadang dan di ancam oleh seseorang yang di duga sebagai mandor pekerja, supaya tidak mengganggu pekerjaannya, namun saya  mengabaikannya, lalu saya di pukul dari belakang lalu di lempar pake batu sebesar kepala bayi, batu itu mengenai tengki motor sebelah kanan dan mengenai kaki saya, lalu saya dan rekan rekan wartawan lainya pergi meninggalkan sekerumunan masa yang kurang lebih 10 orang tanpa ada perlawanan, lalu saya dan rekan rekan menuju ke Polsek Sumber untuk melapor tentang kejadian itu, jelasnya kepada rakyatjelata.com.

Kejadian ini mendapat kecaman dari Sudyo SH. MH salah satu penanggung jawab bagian hukum media lintasindonesia, pihaknya sangat menyayangkan tindakan dari sejumlah pekerja, jelas pihak CV. INDOVERO harus bertanggung jawab khususnya kepada pelaku kekerasan terhadap wartawan harus bertanggung jawab secara hukum karena pihaknya akan menindak lanjuti secara hukum yang berlaku.

Pihaknya juga meminta kepada aparat Kepolisian Polres Kabupaten Cirebon kususnya Polsek Sumber untuk mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap 4 wartawan ini, jangan biarkan keadilan hukum pers hilang, usut dengan serius jangan pandang bulu jangan biarkan pelaku kejahatan di biarkan berkeliaran.
Dengan kejadian intimidasi kepada wartawan oleh oknum pekerja CV INDOVERO pekerjaan proyeknya patut dicurigai, kalau memang tidak ada masalah kenapa harus takut kepada awak media, hal ini menjadi dugaan kuat bahwa pekerjaan pembuatan gapura tersebut banyak masalah korupsi, tegasnya. (DEDE S/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.