Kampung Pintar “Berkarya Tanpa Batas”

oleh -853 views

SURABAYA, Rakyatjelata – Inovasi terhadap sampah terus di lakukan oleh semua elemen masyarakat.hingga kini sampah menjadi momok yang menakutkan tapi bersahabat. Kenapa demikian, masih banyak masyarakat yang belum sadar akan dampak dari sampah dan limbah. Namun barang yang satu ini tetap saja bersahabat di hati para masyarakat.

Contohnya adalah “Kampung Pintar” yang berada di salah satu wilayah Surabaya ini menjadi sorotan awak media Rakyat jelata. Dengan seabrek karya yang menghiasi sepanjang gang di wilayah itu membuat rekan media semakin tertarik untuk mengenal lebih jauh lagi seberapa kreatif warga Tembok Gede ini. Al hasil ternyata Program kerja yang di usung oleh warga Tembok Gede gang III No 3 ini sangat luar biasa. Banyak karya buatan tangan warga di situ membuat gemas yang melihatnya. Betapa tidak, aneka ragam karya yang terbuat dari sampah ini menjadi daya tarik bagi orang yang melihatnya.

Saat berjumpa dengan Ketua RT 3, Aseyan mengutarakan betapa senangnya dia bersama warga menjadi bagian dari sebuah kreatifitas. Sebuah impian yang terus di lakukannya adalah mewujudkan sebuah motto “Berkarya Tanpa Batas”.
” Saya bergelut dengan sampah sudah 3 tahun berjalan, kalau Kampung Pintar ini baru setahun, tapi alhamdulilah sudah menghasilkan banyak karya yang di ciptakan para ibu ibu di sini, basic saya adalah elektro, jadi sampah elektro juga menjadi target olahan juga di sini.”

Hal senada juga di sampaikan oleh wakil RT 3 Anang Darmawan, bahwa jiwa berkesenian yang dia miliki dapat menjadi sebuah motor baginya untuk berbuat lebih banyak agar mengelolah sampah menjadi sebuah barang yang bernilai.
“Sebisanya kami olah kembali sampai menjadi barang seperti ini.” ucapnya ringan.

Dibawah ini video saat warga meyampaikan harapan kedepan agar pemerintah dapat mendukung kreatifitas mereka. Saksikan video ini :

Kampung Pintar berada di wilayah Tembok Gede, Kelurahan Bubutan, kecamatan Bubutan ini berdiri sejak setahun yang lalu. Mengelolah sampah menjadi barang yang dapat dinikmati kembali tidaklah mudah. Berbagai jenis sampah yang di kelola oleh warga beraneka ragam. Sampah Organik atau Non Organik semua di tangani dengan baik. Salah satu konsep yang sedang di terapkan oleh Aseyan bersama warganya adalah menjadikan sampah diubah menjadi sebuah Energy Alternatif. Sedemikian rupa sampah Organik di proses dalam komposter agar menjadi sebuah Bricket. Dari situlah nantinya akan di kembangkan oleh Aseyan untuk bisa bermanfaat menjadi Energy Alternatif. Tak hanya Bricket, olahan yang dimaksud dapat di jadikan pula sebuah Biogas. Tentu saja produk ini dapat menghasilkan produktifitas kembali dikalangan warganya. Tentu saja dapat meningkatkan taraf hidup masyrakat setempat.

Dalam waktu dekat ini warga Tembok Gede telah bersiap diri mengikuti Surabaya Smart City (SSC). Warga RT 3 ini telah menyiapkan beberapa karya unggulan untuk persiapan lomba yang di adakan oleh pemerintah kota Surabaya. Dengan jadwal berkumpul setiap hari Sabtu, Para lansia menggelar senam bersama dan moment itulah dipergunakan oleh ibu ibu untuk mengumpulkan bahan sampah yang telah di kumpulkan selama kurun waktu sebelum acara senam dilaksanakan.

Hasil Karya warga Tembok Gede hingga kini belum mendapatkan kesempatan untuk di pertontonkan dalam sebuah pameran dagang milik pemerintah. Harapan warga Kampung Pintar agar pemerintah dapat mensupport kegiatan warga kreatif ini. Selama ini mereka berkegiatan dengan inisiatif sendiri dan modal sendiri hingga terkesan warga Tembok Gede menjadi Warga yang Mandiri. Namun dengan adanya konsep yang akan menghasilkan Energy Alternatif tersebut, warga berharap dengan adanya uluran tangan dari pemerintah agar kreatifitas mereka dapat berkembang dan di rasakan oleh masyarakat luas. (Ki/Red)