Kadisdik Kabupaten Cirebon terancam di Pidanakan

oleh -6.523 views

CIREBON, rakyatjelata.com – lantaran berceloteh di sebuah grup WhatsApp Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Jawa Barat terancam di Pidanakan.

Pemberitahuan dan himbauan tulisan H. Asdulah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon di sebuah grup Forum UPTD Pendidikan diduga mencemarkan nama baik wartawan Media online rakyatjelata.com.

Dalam Postingan di grup Forum UPTD Pendidikan H. Asdulah mengumumkan telah terjadi pemerasan di SDN 4 Megu, “kasih tau kepada teman-teman KS telah terjadi pemerasan di SDN 4 Megu, mereka mengancam bendahara, memaksa meminta uang Rp 500 ribu, mohon jangan terulang di SDN – SDN di Kecamatan saudara, lawan dan laporkan kepolsek setempat kalau terjadi di sekolah di wilayah sendiri, lindungi Kepsek.

Dilanjut dengan postingan berikutnya sambil menunjukan Photo, “ini orang yang menggunakan seragam yang memeras bendahara BOS SDN 4 Megu.

Photo yang di posting H. Asdulah di maksud orang yang menggunakan Seragam itu adalah sebagai anggota PWRI (Persatuan Wartawan Republik Indonesia) Kabupaten Cirebon dan anggota wartawan media rakyatjelata.com.

Tentu saja pemberitahuan dan himbauan H. Asdulah selaku Kadisdik Kabupaten Cirebon di grup WhatsApp membuat Dede selaku KORWIL (Kordinator Wilayah) Jawa Barat Media rakyatjelata.com, juga sebagai humas LMPI (Laskar Merah Putih Indonesia) Kabupaten Cirebon ini tidak terima, pihaknya berencana akan membuat Laporan Polisi, ” saya tidak terima dengan pemberitahuan dan himbauan Kadisdik Kabupaten Cirebon H. Asdulah di grup WhatsApp tersebut, belum jelas kebenarannya wartawan kami melakukan pemerasan atau tidak, H. Asdulah telah memfonis telah terjadi Pemerasan dan menuding anggota wartawan kami telah memeras bendahara BOS SDN 4 Megu, tentu saja hal ini H. Asdulah telah menjustice, hal ini bisa dikategorikan Pencemaran nama baik dan bisa dijerat dengan UU ITE NO 11 Tahun 2008, bukan hanya perihal dugaan pencemaran nama baik, perihal pengambilan Photo tanpa ijin dan di sebar luaskannya Photo anggota wartawan Rakyatjelata.com akan ditelusuri, karna itu juga bisa dikategorikan melanggar UU ITE.

Lanjutnya, pihaknya telah menanyakan kepada Morgan anggota wartawan rakyatjelata.com yang di tuding telah melakukan pemersan di SDN 4 Megu, Pengakuan Morgan waktu kunjungan ke SDN 4 megu tidak pernah mengancam apa lagi memaksa meminta sejumlah uang.

Hal itu dibenarkan oleh bendahara BOS SDN 4 Megu Gede kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, Morgan wartawan rakyatjelata.com minggu Kemarin berkunjung kesekolah ini, “Morgan tidak pernah mengancam saya, dan tidak memaksa meminta uang, adapun uang yang diberikan olehnya itu inisiatif saya sendiri, memberikan uang Rp 500 ribu untuk sekedar bensin.” beber bendahara.

Disaat bersamaan kepala SDN 4 Megu Gede ikut mejelaskan, pihaknya memang benar telah melaporkan kepada H. Asdulah selaku Kadisdik, ada wartawan berkunjung kesekolah, terus bendahara memberikan sejumlah uang Rp 500 ribu, namun menurut H. Asdulah itu sudah masuk pemerasan, tau taunya dalam Sekejap sudah ramai menjadi perbincangan bahwa SDN 4 Megu Gede telah terjadi pemerasan. jelas bendahara BOS dan Kepsek SDN 4 Megu Gede kepada rakyatkelata.com kamis (31/10) di ruangan perpustakaan sekolahnya.

Di sisi lain ketua LMPI Kabupaten Cirebon H. Imam Anas LC mendukung langkah-langkah pihak dari Media rakyatjelata.com untuk melanjutkan masalah tersebut kejalur hukum, pihaknya tinggal menunggu kordinasi dari kedua lembaga media rakyatjelata.com dan PWRI, untuk kuasa hukumnya biar nanti dari tiga lembaga yang akan dikuasakan. Jelas H. Anas.

Namun sangat disayangkan ketika tim Rakyatjelata.com hendak konfirmasi H. Asdulah tidak ada dikantor sedang keluar ada rapat, menurut keterangan staff lanjut dengan meminta penjelasan melalui pesan WhatsApp, namun H. Asdulah sedikitpun tidak memberikan penjelasan sampai berita ini diterbitkan. (tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *