Kabar Duka Dari Ketua PBAS

oleh -876 views

SURABAYA,rakyatjelata.com- Suami atau istri umumnya adalah orang yang pertama dilihat saat bangun tidur dan orang yang terakhir dilihat saat akan tidur. Tak heran ada duka dan kehilangan besar saat pasangan meninggalkan kita untuk selamanya.
Seperti yang dirasakan Cak Narto ketua (Paguyuban Bendera Arek- Arek Suroboyo) PBAS, yang beralamatkan di Jln Pulo Wonokromo 137 Surabaya. Saat istrinya meninggal 07 September 2018 kemarin karena penyakit kanker serviks yang dideritanya selama 8 bulan , Ada kesedihan yang dia rasakan. Apalagi melihat ketiga anaknya yang harus kehilangan seorang ibu. Sementara sang istri, Eny meninggal di usia yang relatif masih muda 55 tahun.
Mengenang almarhumah mendiang Eny semasa hidupnya sangat aktif dalam kegiatan di kampungnya. Bahkan almarhumah aktif dalam keanggotaan Ibu-Ibu PKK. Terakhir kegiatan yang di ikuti mendiang adalah mengikuti kegiatan aksi damai tolak Risma Cawagub. Almarhumah sebagai ketua koordinator. Kepergiannya yang terlalu cepat ini juga menyisakan kisah pilu buat para kerabat tetangganya. Begitu aktifnya mendiang selama masa hidupnya, hingga mengundang beberapa tokoh masyarakat turut serta merasakan kesedihan atas kepergianya menghadap sang ilahi.
Terlihat dari rangkaian bunga bunga ucapan belasungkawa yang datang terlihat dari Tri Rismaharini, MT ( Walikota jawa timur), PBSI pemkot Surabaya, Fuad Benardi S.Kom(putra Risma).
Bagi Cak narto, istrinya telah meninggalkan jutaan kenangan indah sebelum meninggal. “Dia adalah seorang ibu yang penuh kasih dan fantastis bagi ketiga anak kami yang menawan. Dia akan tetap menjadi istri, adik, bibi, anak perempuan maupun cucu. Dia akan hidup dalam ingatan kita, sebagai panutan dan inspirasi,” tutur ketua PBAS ini.
Dalam hidup semua ini hanyalah titipan sementara, kehilangan orang yang di sayang jika takdir Tuhan telah memutuskan lalu kita apa boleh buat. Kehilangan itu memang sangat sakit memilukan membuat hati hampa, galau teramat pilu. Namun kita tidak boleh patah semangat mudah menyerah dalam menghadapi kehilangan orang yang di cintai.
Yakinlah bahwa Tuhan masih menyimpan sebuah keajaiban buat kita semua, dan itu sudah menjadi janji-NYA.(Kkh/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.