Jika Tidak Ada Etikad Baik Maka Permasalahan Ini Akan Kami Tempuh Dengan Jalur Hukum

oleh -312 views

Surabaya Rakyatjelata.com – Pemilik warkop telah membuka perjanjian kerjasama dengan cara setoran Seratus Ribu Rupiah Warkop Waroeng Tjangkroek Soeroboyo, di Jalan Bypas Juanda baru. yang bekerjasama dengan Maria Ulfa dan elizabeth.

Awal mula kesepakatan perjanjian di tanggal pada (13-10-2019) mereka telah sepakat dan tanda tangan perjanjian kerjasama dengan kertas hitam diatas putih serta materai. Yang mana perjanjian kita tertulis sebagai berikut.

1. Setoran Rp 100.000,-/hari (dalam keadaan buka atau tutup harus setor)

2. Setoran Rp 100.000,-/hari berlaku selama enam bulan kedepan, selebihnya pemilik warkop bisa mengajukan kerjasama lagi dengan jumlah setoran yang akan diputuskan lebih lanjut oleh pemilik warkop.

3. Pemilik warkop hanya menanggung sewa tanah warkop, selebihnya apapun yg berhubungan dengan warkop sudah menjadi tanggung jawab rekan kerjasama.

4. Perjanjian kerjasama per (13/10/2019) sampai dengan (13/04/2020) yang berjangka enam bulan.

5. Dilarang membatalkan atau memutuskan kerjasama (perjanjian tersebut yang tertera diatas). Sebelum masa kontrak enam bulan berakhir, apabila pihak kedua melanggar maka akan dikenakan sanksi pembayaran dimuka Rp 3.000.000,- dikalikan sisa bulan yang dibatalkan.

Setelah enam bulan berakhir pemilik warkop (pihak satu) berhak mengajukan kerjasama kembali dengan sistem kontrak yang baru dengan pihak kedua.

Awalnya berjalan di bulan kesatu berikutnya di bulan November (13/11/2019) pembayarannya lancar dengan dibayar Rp 3.000.000,- .untuk dibulan kedua dan sampai berikutnya pad Desember (13/12/2019) kita tagih mereka menjawab minta ijin pembayarannya mundur selama satu minggu lagi.

Pihak pertama memaklumi maka kita ijinkan. Dan setelah satu Minggu berjalan pada (20/12/2019) kita tagih mereka meminta ijin lagi untuk mundur satu Minggu karena belum ada uang dan masih cari pinjaman setibanya minta mundur satu minggu lagi. Pada (30/12/2019) kita datangi kerumah mereka bilang kalau tidak ada uang, karena sudah batas kita memberi kelonggaran cukup, maka kami memanggil untuk kita bicarakan bertemu saya untuk dan menyelasaikan pembayaran tersebut ujarnya.

Maria Ulfa, dan Elisabeth bersama dengan kakaknya Eka datang ingin menyelesaikan karena uang tidak punya ia menjaminkan barang beruapa BPKB sepeda motor scopy pada (1/1/2020) Sore hari.

Sebelumnya kita membuat surat perjanjian, yang berisi jika pihak dua membayar uang 3 juta maka kita kembalikan BPKB tersebut, dan jika sampai melebihi batas 13 Januari atau satu bulan di akhir Januari 2020 belum juga dibayar maka sepeda motor scoopy dan BPKB tetap kami bawa sebagai jaminan tunggakan dua bulan (Desember dan Januari) sebesar Rp 6.000.000,- dan kedua mereka setuju dan menyepakati sesui yang terlulis katanya.

Setelah berjalan selama lima hari kakak EKA pinjam BPKB tersebut untuk persyaratan peminjaman uang di Bank, dan nanti uang tersebut nantinya untuk membayar tunggakan bulan Desember dan Januari sebesar Rp 6.000.000,- Setelah beberapa hari berjalan kita tagih , mereka menunggu pencairan uang BPKB yang di masukan ke Bank tersebut.

Beberapa hari kita tagih di pada tanggal 11 Januari mereka menjawab “iya mbak di tanggal 13 akan dibayar di hari senin. Dan pas hari senin malam kita tagih , mereka meminta rekening, setelah saya kasih akhirnya dibayar dengan sejumlah 1,5 juta. Alasanya untuk sisanya 4,5 juta ungkapnya.

“Karena mesin Atm error. Mesin Atm tidak satu saja“ besok pagi saya coba lagi mbak untuk transfer sisanya 4,5 jutanya. Kesokan harinya kita di (14/01/2020) kita tagih mereka (Maria ulfa dan Elisabeth/red ) menjawab sebentar lagi. Sampai malam tiba tidak kunjung untuk membayar.

Kita menghubungi lewat Telephone dan Wahts App tidak di hiraukan. Dan kesokan harinya 15 Januari jam 7.30. Maria Ulfa Telepon katanya belum sanggup untuk membayar kekurangan yang 4,5 juta dan kami angkat bicara mereka harus datang kerumah saya. Dan Kami memberi kan Ultimantum jika pihak kedua malam nanti di (15/01/2020) jika tidak ada etikad baik untuk datang kerumah saya, maka untuk sisanya, maka permasalahan ini akan kami proses dengan jalur hukum katanya.

Sampai malam ini (15/01/20) kami telepon dan WA tidak dijawab sampai pada akhirnya jam 00.00 16 Januari belum ada tanda etikad baik kesini ataupun via WA kami.
Dan kembali lagi pada janji kita pihak pertama jika tidak ada etikad baik dengan pihak kedua menyelsaikan masalah ini datang kerumah malam 15 januari tidak lebih dari jam 00.00 maka kami proses ke jalur hukum pungkasnyo.(sam)