Jelang Nataru, Kemenkumham Jatim Bakal Bentuk Tim Khusus dan Soroti Perlintasan Imigrasi

oleh -67 Dilihat

Surabaya,rakyatjelata.com – Upaya meningkatkan pelayanan dan pengawasan momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Plt. Kakanwil Kemenkumham Jatim Agung Krisna memberikan atensi khusus dengan meminta jajarannya untuk meningkatkan pelayanan, pengawasan keamanan dan ketertiban di lapas dan rutan serta gerbang perlintasan imigrasi. Hal tersebut disampaikan saat Agung Krisna memimpin apel pagi di Kanwil Kemenkumham Jatim, Kamis (01/12/2022).

Menurut Agung, eskalasi keamanan di 39 lapas dan rutan di Jatim jelang Nataru pasti meningkat dan peningkatan tersebut harus diimbangi dengan pengawasan yang lebih optimal. Salah satu strategi yang diterapkan adalah membentuk tim pengawas khusus.

“Kami akan membentuk tim khusus yang nantinya akan melakukan monitoring setiap saat ke lapas dan rutan,” ujarnya.

Selain itu, Agung juga berharap kepada seluruh jajarannya di bidang pelayanan publik lapas dan rutan untuk memberikan pelayanan remisi natal dengan baik dan sesuai aturan yang ada.

“Kami pastikan seluruh proses pelayanan pemberian remisi natal gratis dan tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Selanjutnya pada bidang keimigrasian, Agung bakal menyoroti pelayanan kepada wisatawan. Terutama yang menjaga pintu gerbang negara melalui perlintasan imigrasi. Agung memastikan petugas pelayanan publik, khususnya pemeriksaan maupun penerbitan paspor untuk wisatawan domestik dan internasional berjalan dengan baik.

Agung menjelaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu wilayah yang menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Mengingat adanya bandara yang berskala Internasional dan banyaknya destinasi wisata yang menjadikan Jawa Timur sebagai tempat jujukan para wisatawan lokal maupun manca negara.

“Kita akan lihat sepekan ke depan, kalau memang dibutuhkan penambahan petugas imigrasi di Bandara Juanda, maka bisa kita back up dari kantor imigrasi lain atau kantor wilayah,” urainya.

Agung mengatakan bahwa fungsi kanwil akan menjadi m itra kerja bagi UPT yang melakukan pelayanan teknis di lapangan. Pihaknya akan menjadi konsultan yang memberikan solusi ketika ada permasalahan di lapangan.

“Jadilah orang tua, sahabat, dan teman yang baik. Jangan sampai jadi pembina yang ditakuti, tapi jadilah mitra kerja yang memberikan solusi,” pungkas Agung meesannya kepada jajarannya. (Nggun/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.