Jelang Hari Raya, ARTAJASA Siap Hadapi Lonjakan Transaksi ATM Bersama

oleh -565 views

JAKARTA, Rakyatjelata.com – PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) merupakan pioner dalam penyedia jaringan infrastruktur sistem pembayaran di Indonesia. Sejak berdirinya, 10 Februari 2000, Artajasa fokus menggarap pasar transaksi elektronis di Indonesia.

Salah satunya adalah layanan ATM Bersama yang merupakan layanan Infrastruktur sistem ATM yang dapat digunakan bersama oleh beberapa Bank sehingga nasabah Bank tersebut bisa menggunakan fasilitas Bank lain yang tergabung dalam jaringan. Saat ini, ATM Bersama telah beranggotakan 91 institusi yang terdiri dari Bank Pemerintah, Bank Swasta Nasional, Bank Asing, Bank BPD seluruh Indonesia, BPR dan juga Lembaga Selain Bank (LSB) dengan terkoneksi di lebih dari 77.000 terminal ATM yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Artajasa juga menyediakan solusi Online Payment bagi penerbit tagihan (billing provider), sepwrti jasa telekomunikasi, multifinance, penerbit kartu kredit, energi, pendidikan, dan asuransi yang memungkinkan para penggunanya melakukan pembayaran tagihan. Dan saat inisudah ada lebih dari 65 institusi yang telah tergabung ke jaringan Online Payment Artajasa sebagai collecting agent dan 90 institusi yang bergabung menjadi billing provider, dengan total titik pembayaran mencapai lebih dari 150 ribu titik di seluruh Indonesia.

Mengenai persiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri ini, Artajasa menggelar pemaparan kinerja sekaligus Buka Bersama Media (media gathering) di Hotel Fairmount Senayan Jakarta. Selasa (28/05).

Jelang arus mudik lebaran, pergerakan ekonomi di Indonesia mengalami peningkatan. Salah satunya ditandai dengan pergerakan uang yang beredar di masyarakat yang terus mengalami kenaikan, hal ini juga mempengaruhi naiknya tingkat aktivitas transaksi perbankan di masyarakat. PT Arjasa Pembayaran Elektronus pengelola jaringan ATM Bersama telah menyiapkan serangkaian langkah strategis dalam menghadapi lonjakan transaksi Idul Fitri tahun ini.

Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah peningkatan Sistem Transaksi, Media penyimpanan dan Jaringan Komunikasi. Seluruh hal tersebut telah disiapkan sejak menjelang Bulan Ramadhan. Diharapkan dengan persiapan yang telah dilakukan, Bank dapat melayani nasabah secara optimal.

Teddy Sis Herdianti, selaku Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Artajasa menjelaskan, “Upgrade kapasitas sistem komitmen Artajasa untuk menjaga performansi layanan ATM Bersama kepada seluruh Bank anggota,” ujarnya.

Teddy juga menambahkan bahwa selama 24 jam Artajasa akan siap melayani keluhan Bank anggota dengan adanya Helpdesk, yang akan selalu siap untuk dihubungi.

“Tim Helpdesk Artajasa siap membantu Bank anggota secara intensif, sehingga layanan akan berjalan secara optimal. Transaksi pun senantiasa Kami monitor. Tak hanya itu, tim helpdesk juga telah berkoordinasi dengan Person In Charge (PIC) setiap Bank anggota untuk memastikan bahwa transaksi akan berjalan lancar tanpa kendala dan seluruh kegiatan transaksi akan bisa termonitor dengan baik,” lanjutnya.

Setiap tahunnya pada momen menjelang Idul Fitri, layanan ATM Bersama mengalami peningkatan jumlah transaksi yang cukup signifikan.

Bayu Hanantasena, Direktur Utama Artajasa juga memaparkan, “Volume transaksi ATM Bersama menjelang Idul Fitri selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Bahkan pada bulan Ramadhan ini, lonjakan transaksi harian dapat mencapai hingga 70 % dari hari-hari biasa. Kenaikan ini tentunya berdasarkan pada meningkatnya kebutuhan transaksi perBankan masyarakat jelang Idul Fitri. Nasabah sangat memanfaatkan layanan ATM Bersama, khususnya untuk transaksi tarik tunai dan transfer antar Bank,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bayu juga menyampaikan bahwa ada peningkatan pada fitur transfer antar Bank.

“Dibandingkan dengan bulan Ramadhan tahun 2018, kenaikan fitur transfer antar Bank tahun ini mengalami peningkatan yang cukup pesat. Perbandingan transaksi antara tahun 2018 dengan tahun 2019 ini terdapat peningkatan nominal transaksi menjelang lebaran sebesar 68 %, dengan perkiraan pencapaian nominal transaksi mencapai 60 triliun rupiah,” pungkasnya. (put).