IPR : Visi – Misi Capers Dan Cawapres 2019

oleh -1,088 views

JAKARTA, rakyatjelata.com – Terkait Capres Dan Cawapres 2019, Indonesia Political Review (IPR) menggelar Diskusi Publik dengan mengusung tema, “Mengintip Visit – Music Capres Dan Cawapres”, di Bumbu Desa Resto, Cikini Jakarta Pusat. Kumar (14/09).
Dalam diskusi Publik yang dimoderatori Oleg Syukri Rahmatullah ini, menampilkan beberapa tokoh Politik sebagai Pembicara, diantaranya adalah Irma Suryani Chaniago (Jubir Tim Kampanye Nasional Jokowi-Makruf),
A. Riza Patria (Wakil Ketua Umum Gerindra), Gusmiyadi (Politikus Muda dari partai Gerindra), Ujang Komarudin (Direktur Eksekutif IPR), Emrus Sihombing (Pengamat Politik), dan Imron.
Menurut Irma Suryani Chaniago mengatakan, bahwa “Pelanggaran HAM seperti kasus Munir merupakan salah satu hambatan bagi pemerintahan Jokowi – Ma’ruf,” ujarnya.
“Sebagai contoh mengenai harga Telur di tahun 2012 mencapai 12 ribu per kilogram, harga Bawang 15 ribu per kilogram, harga Ayam 30 ribu per kilogram,harga Beras Medium 17 ribu per kilogram, dan harga Beras yang Bagus pun mencapai 68 ribu per kilogram. Namun di tahun 2015, harga Telur sempat turun menjadi 13 ribu per kilogram dan di tahun 2018 naik lagi menjadi 18 ribu per kilogram. Bicara mengenai Dollar ekonomi, harus riil. Dollar itu sangat berpengaruh, bukan soal primer ataupun sekundernya,” paparnya.
Gusmiyadi menambahkan, “Bandingkan saja, mengenai apa yang pernah ditawarkan oleh pasangan Capres dan Cawapres Prabowo – Sandi dengan APA yang ditawarkan oleh pasangan Capres dan Cawapres Jokowi – Ma’ruf menyoal ten tang ‘kemandirian dan martabat’, Kita bisa ambil kesimpulannya,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Imron menilai Capres dan Cawapres, bahwa “Mimpi mereka sangat mudah, usahanya sangat fariatif. Kandidat seperti ini bisa memasarkan tapi tidak mungkin tanpa Pendidikan, Visi dan Misi,” tuturnya.
Erasmus Sihombing juga mendukung pendapat atau penilaian dari Imron tersebut mengenai kandidat Pemimpin yang memiliki Visi dan Misi dibidang Pendidikan.
Lain halnya dengan pendapat Ujang Komaruddin, ia agak mengkritik mengenai kongres tentang pendidikan, tentang kualitas ekonomi yang masih kurang bagus, dan tak ketinggalan tentang minimnya kebijakan penegak Hukum yang ada.
Demikianlah pembahasan politik mengenai Visi dan Misi Capres dan Cawapres yang digelar dalam diskusi Publik kali ini bersama Indonesia Political Review (IPR) dan para tokoh Politik. (STY/tim).

No More Posts Available.

No more pages to load.