Ini Alasan Camat Kaliwates, Menata PKL bukan Melegalkan

oleh -30 Dilihat

JEMBER, rakyatjelata.com – Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Jember dalam menata keindahan Kota harus dipahami secara benar. Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di depan pintu Johar Plasa Jember bukan berarti melegalkan PKL untuk berjualan di bahu jalan.

Camat Kaliwates, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si menegaskan hal tersebut. “Perlu kami tekankan, penataan ini tidak melegalkan keberadaan PKL di sini,” tandas Hafid sapaan Camat Kaliwates itu, Kamis, (27/1/2022) usai membagi tempat bagi PKL.

Para PKL yang jumlahnya 20 orang itu digeser tempat jualannya ke samping barat Johar Plasa. Mereka menempati masing-masing area ukuran 1,5 X 1,5 meter. Ditata berjajar 4 sap dan berderet 5 pedagang. Total ada 20 tempat dengan ukuran yang sama. Semula mereka mangkal di depan pintu Johar Plasa.

Dengan begitu pengunjung bisa langsung berhenti dan turun persis di depan pintu Plasa sehingga lebih menarik.

Para PKL telah sepakat bahwa keberadaan mereka disitu bersifat sementara saja. Mereka telah menandatangani Surat Pernyataan. Intinya jika sewaktu-waktu tempat mereka saat ini berjualan akan dipakai untuk kepentingan yang lebih besar.

Upaya penataan PKL juga dimaksudkan untuk menyambut Porprov Jatim ke VII dimana Jember menjadi salah satu tuan rumah.

“Nantinya (acara Porprov) di saat senggang para atlit, official dan suporter bisa berbelanja di pusat-pusat pertokoan seperti di sini,” jawab Hafid.

Nantinya setelah Porprov usai selama tidak ada kebijakan baru dari Pemkab Jember para PKL akan tetap di situ.

Sementara itu pengelola Johar Plasa, Edi Santoso dari PT. Nusantara Investasi Indonesia Johar Plasa mengapresiasi dan mendukung penataan PKL itu.

Edi mengatakan, “Saya atas nama pengelola Johar Plasa mengucapkan terimakasih dan berharap Johar Plasa kembali menjadi Ikon Jember seperti waktu lalu.”

Edi menceritakan sejak diberlakukannya PPKM daya beli masyarakat turun. Tetapi justru PKL bertambah banyak terutama yang berada di bahu jalan di depan pintu masuk gedung.

“Waktu Pak Camat Bambang, kami pernah mengusulkan, gimana agar kelihatan indah dan cantik, sebab mereka (PKL) berada di area Dishub,” ucap Edi.

Setelah itu Camat Kaliwates berganti. Camat yang baru, Nurul Hafid Yasin, segera menindaklanjuti dengan serangkaian rapat koordinasi yang melibatkan Muspika, Dishub, Sat Pol PP, Tiga Pilar dan pemilik gedung.

Edi sempat kaget dengan begitu cepatnya pelaksanaan penataan itu. “Saya apresiasi sekali dengan beliau (Hafid), masih muda, energik dan visioner,” puji Edi.

(Sigit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.