Golkar Jual Mahal ke Machfud Arifin , PKS tergila gila Jatuh hati kepada MA.

oleh -97 views

Surabaya, Rakyatjelata Beberpa hari ini di grup WA menampilkan  poster MA dan Reni Astuti ketua Fraksi PKS DPRD kota surabaya, dalam koalisi borongan MA, PKS hanya menempati urutan ke 4 dibawah demokrat dan gerindra . Sementara papan atas di koalisi ini tetap PKB yang hampir dipastikan tidak tertarik sama sekali untuk mengusung kader nya sendiri guna dipasangkan dengan MA, padahal PKB punya pengalaman babak belur dihajar pasangan yang di usung PDIP dalam pilwali kota surabaya sebelum sebelumnya. Mestinya saat inilah PKB menyerang balik disaat komando PDIP di surabaya terjadi faksi faksi,” kata samsurin yang juga ketua DPC Partai Bulan Bintang kota surabaya yang selama inj aktip dalam menciptakan statistik data dan karakter suara pemilih di kota surabaya.

lanjut surin, “Dibandingkan partai demokrat yang mempunyai ranking bobot koalisi di MA, hanya PKB lah sebenarnya yang memiliki basis suara yang militan, karena suara PKB lebih banyak didominasi kaum nahdliyin dan suara milenial jebolan organisasi kampus seperti PMII. Serta sayap sayap banom NU, Tapi sayang PKB kayaknya kapok bertarung kembali di pilwali surabaya 2020 kali ini.
Jika MA dipaksa ambil pasangan dari koalisinya , maka pilihannya hanya ada di dalam kader golkar. Seperti milenial Arif fatoni ketua DPD II Partai Golkar dan ada ciri khas hijau pupus yaitu Gus Hans yang juga pengurus DPD I partai golkar jatim.

Sementara bagaimana dengan peluang MA jika mengandeng PKS yang notabene mewakili islam yang lahir di kampus kampus dan di dominasi kaum cendekiawan. Saya kira sangat susah jika MA bisa menang dengan militansi PDIP yang hampir menguasai basis mutlak yaitu 10,8 persen . Sementara militansi di PKS dan partai koalisi rata rata 1,5 persen kecuali PKB yang 3 persen.
Suara militansi ini adalah suara orang yang mencoblos berdasarkan fanatisme kepada partai. Atau disebut suara partai.
MA tidak punya pilihan lain selain memborong habis dan melihat potensi PSI yang memiliki kecendruangan suara militan yang mutlak 3 Persen yang hampir menyamai PKB.
Atau paling apes jika tidak bisa mengandeng PSI mau tidak mau MA harus mencari pasangan yang mampu mengejawantakan karakter orang surabaya. Yaitu perpaduan akulturadi ras jawa, madura dan arab.
Bisa saya simpulkan itu adalah kader NU.
Jika sama sama para cawawali nanti berasal dari kader kader NU maka peluang MA menang semakin tipis. Tapi jika pasangan PDIP diambil dari kloning birokrasi ala risma maka PDIP jangan bergarap bisa melanjutkan tahta yang selama ini didudukinyq. Bisa bisa kalah tipis dari MA. Ya begitulah skema militansi suara pemilih dalam retorika kecendrubgqn oemilih pada pilwali surabaya 2020, ” pungkas Surin.